Senin, 26 Oktober 2015

Jangan Salah Pemahaman, Overweight dan Obesitas Itu Berbeda

(sumber gambar: http://segiempat.com/sehat/hasil-penelitian/5-penyakit-yang-paling-rentan-menyerang-orang-gemuk/)

Hingga kini, masih banyak orang yang belum bisa membedakan antara overweight dengan obesitas. "Obesitas itu kelebihan berat badan (overweight)," begitu yang sering dilontarkan terhadap seseorang yang terlihat gemuk. Keduanya identik dengan berat badan, istilah overweight dan obesitas memang sering disatu artikan oleh orang awam. Meski tidak terlalu penting untuk dipahami, namun bila keliru pengertian, hal tersebut bisa menyesatkan. 

Overweight adalah kondisi seseorang dengan berat badan di atas normal, atau dapat juga dikatakan sebagai kelebihan berat badan. Sedangkan Obesitas adalah keadaan lemak yang berlebih dan menumpuk pada tubuh seseorang, sehingga berat badan berada jauh di atas normal. Kondisi ini tergolong ke dalam penyakit kronik yang dapat membahayakan kesehatan. Tentunya, akan ada banyak penyakit mengintai yang kemudian menurunkan kualitas hidup.


Kesimpulannya adalah secara umum overweight digunakan untuk menunjukan kelebihan berat badan, sementara obesitas mengacu pada kelebihan lemak. 

Apa Penyebab Overweight dan Obesitas?

Overweight disebabkan oleh energi yang masuk ke dalam tubuh tidak seimbang dengan energi yang keluar. Energi di sini tidak lain adalah makanan yang dikonsumsi secara tinggi. Berbeda dengan overweight yang hanya didasari ketidakseimbangan energi yang masuk dan keluar, penyebab obesitas adalah multifaktor, artinya tidak hanya satu, tetapi lebih. Faktor-faktor tersebut di antaranya sebagai berikut:
            Genetik
Obesitas dapat diturunkan dari keluarga karena gen tertentu. Namun, gaya hidup juga sulit dipisahkan dengan faktor genetik. Gaya hidup dalam suatu keluarga, seperti makanan apa saja yang disediakan juga berpengaruh dalam memunculkan kemungkinan obesitas.

            Lingkungan
Di mana keberadaan seseorang dapat memengaruhi kedatangan obesitas. Apakah seseorang berada dalam lingkungan yang mendukung untuk mengonsumsi asupan energi secara tinggi atau tidak.

            Psikis
Tidak jarang ketika sedang emosi, seseorang melampiaskannya dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Hal ini ditujukan untuk menetralisir perasaan hingga menimbulkan perasaan tenang.

            Kesehatan
Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan seseorang menjadi obesitas. Penyakit tersebut di antaranya Hipotiroidisme, Sindrom Cushing, Sindrom Prader-Willi, dan beberapa kelainan saraf yang dapat meningkatkan nafsu makan seseorang. 

            Obat-obatan
Tanpa disadari, obat-obat yang dikonsumsi untuk menyembuhkan suatu penyakit, juga dapat membuat seseorang menjadi gemuk. Obat-obat tertentu seperti steroid maupun  anti-depresi kerap menyebabkan orang-orang yang mengonsumsi menjadi obesitas. Hal tersebut karena obat-obat tadi memiliki kemampuan menambah hormon-hormon tertentu yang mengakibatkan nafsu makan menjadi lebih besar.

            Perkembangan
Di dalam tubuh manusia terdapat sel lemak, di mana jumlah sel lemak tersebut akan bertambah sesuai dengan bertambahnya usia. Maka dari itu, seseorang yang gemuk dan pernah gemuk, memiliki kecenderungan memiliki sel lemak lima kali lebih banyak dibandingkan dengan seseorang yang memiliki berat badan normal.

            Aktivitas Fisik
Faktor ini tentunya sangat mudah diidentifikasi. Seseorang yang mengonsumsi lemak diiringi dengan aktivitas olahraga yang baik, maka akan jauh dari ancaman obesitas. Namun sebaliknya, jika asupan lemak ke dalam tubuh tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang baik, maka bencana obesitas akan segera datang.

Oleh Putri Lestari
Editor: Maharani Putri

0 comments:

Poskan Komentar