The Indonesian Living Legend of Youtube Phenomenon: GAC

Bagi sebagian besar anak muda yang menggandrungi situs Youtube, nampaknya nama Gamal, Audrey, Cantika tidak lagi asing di telinga. Berawal dari . . .

The Indonesian Living Legend of Youtube Phenomenon: GAC

Bagi sebagian besar anak muda yang menggandrungi situs Youtube, nampaknya nama Gamal, Audrey, Cantika tidak lagi asing di telinga. Berawal dari . . .

Sabtu, 12 November 2011

Cara Menghemat Uang ala Anak Kost

ilustrasi foto: www.google.com
Mungkin bagi seorang mahasiswa, uang merupakan sesuatu yang sering dikeluarkan terutama untuk anak kost yang harus jauh dari orang tua dan kehidupan yang enak-enak. Pada akhir bulan, mungkin uang yang ada telah habis. Ingin berhutang tapi tidak tahu kapan dikembalikan, atau ingin meminta kiriman uang kepada orang tua tapi malu untuk memintanya. Berikut ini tips agar pengeluaran bisa terkontrol:
1. Untuk kebutuhan makan, makanan dibungkus lalu dimakan di kos, sehingga Anda tidak perlu membeli minuman lagi, karena di kost kan ada minum. Kalau terpaksa makan di warung, usahakan minumnya air putih, jangan es teh atau es yang lain. Selain menyehatkan, air putih  kan gratis.
2. Usahakan cari makan yang prasmanan, dengan mengambil porsi jumbo dengan lauk tahu tempe dan makan sehari-hari.
3. Bagi yang muslim, usahakan puasa senin kamis atau bahkan puasa daud. Selain mengurangi jatah makan, puasa juga bisa menambah ikhtiar dalam mencari ilmu.
4. Sisihkan uang kiriman orang tua pada awal bulan di tempat yang paling sulit diambil, agar Anda bisa menabungnya, dan usahakan pula kalau belanja sebulan sekali saja saat awal bulan. Rinci kebutuhan yang benar - benar dibutuhkan.
5. Sering-seringlah main ke rumah teman yang asli sana, siapa tahu dapat makan. (hehe). Kan orang silaturahmi banyak mendapat rejeki. Siapa tau rejeki Anda ada di situ.
6. Usahakan uang didompet secukupnya saja agar tidak membelanjakan sesuatu yang tidak penting.
7. Pilih makanan yang banyak serat, seperti buah-buahan agar tidak mudah merasa lapar.
8. Targetkan pengeluaran sehari tidak lebih dari beberapa ribu, dan catat apa saja yang dikeluarkan hari itu.
9. Dari pada nonton ke bioskop, lebih baik download film lalu ditonton bersama dengan teman.
10. Usahakan mulai cari uang sendiri walaupun hanya untuk jajan. Misalkan bisnis menjual sepatu, tas, dan lain-lain.
Semoga Bermanfaat! :)


Sumber: bukanmahasiswa.blogspot.com
Oleh: Deasy Amalia

Festifrance 2011

Mengingat Prancis sebagai negara yang penuh ragam seperti budaya, masakan, seni lukis, tarian ballet, parfum, dan fashion, sekumpulan mahasiswa program studi Sastra Prancis menggelar acara Festifrance pada 10-11 November di Gedung 9, Fakultas Ilmu Budaya UI kemarin. Panitia sengaja memilih tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 karena merupakan tanggal yang baik bagi sebuah acara perdana. Acara yang disponsori oleh Total ini mengambil tema yang bisa mencakup ide dari Prancis sendiri yaitu warna. Bisa dikatakan acara ini merupakan pergelaran yang cukup cepat project-nya karena baru mulai dirancang pada bulan Juni dan digelar pada bulan November 2011.


Peragaan Busana 
Serangkaian acara yang mengisi Festifrance yaitu lomba bahasa Prancis antar SMA se-Jabodetabek, pameran seni kontemporer, seminar fashion dengan pembicara dari direktur ESMOD Jakarta, Patrice Desile dan Melinda Babyana, Chief-Editor Marie Claire Indonesia, penampilan band yang membawakan lagu berbahasakan Prancis, orkestra mini, seminar fashion fotografi yang menghadirkan seorang fotografer profesional yaitu Luki Ali dan ex-editor majalah ELLE Indonesia Amanda Prihutomo, penampilan Japrajazz, peragaan busana dari Fashionologue, Nine-12, BloopEndorse, Handgemalet, dan Sellitoes. Kemudian disusul ballet kontemporer oleh Gigi Art of Dance dan presentasi studi di Prancis. Selain acara-acara menarik yang ditampilkan, terdapat pula bazar makanan Prancis serta pameran foto hasil bidikan mahasiswa program studi Sastra Prancis yang berkesempatan pergi ke Prancis. Suatu kehormatan bagi panitia Festifrance atas kedatangan kedutaan besar Prancis saat seremonial di hari kedua.

"Saya berharap agar acara ini berlanjut untuk yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya," ungkap Ketua Pelaksana, Saviq Bachdar. Sampai bertemu lagi pada acara selanjutnya!


Oleh: Deasy Amalia

Rabu, 09 November 2011

Resensi Film 'Sang Penari'

Pemain: Nyoman Oka Antara, Prisia Nasution, Slamet Rahardjo, Dewi Irawan, Landung Simatupang, dan Hendro Djarot

Sutradara: Ifa Isfansyah



Sebuah cerita cinta yang terjadi di sebuah desa miskin Indonesia pada pertengahan 1960-an. Rasus (Nyoman Oka Antara), seorang tentara muda menyusuri kampung halamannya, mencari cintanya yang hilang, Srintil (Prisia Nasution).

Cerita berawal ketika keduanya masih sangat muda dan saling jatuh cinta di kampung mereka yang kecil dan miskin, Dukuh Paruk. Namun, kemampuan menari Srintil yang magis menghalangi cinta mereka, karena hal itu membuat para tetua dukuh percaya bahwa Srintil adalah titisan ronggeng. Dan saat Srintil menyiapkan diri untuk tugasnya, ia menyadari bahwa menjadi seorang ronggeng tidak hanya berarti menjadi pilihan dukuhnya di pentas-pentas tari. Srintil akan menjadi milik semua warga Dukuh Paruk. Hal ini menempatkan Rasus pada sebuah dilema. Ia merasa cintanya telah dirampas. Dalam keputusasaan, Rasus meninggalkan dukuhnya untuk menjadi anggota tentara.

Lalu jaman bergerak, di mana Rasus harus memilih: loyalitas kepada negara atau cintanya kepada Srintil. Dan ketika Rasus berada dalam dilema, ia sudah kehilangan jejak kekasihnya. Pencariannya tidak mudah dan baru membuahkan hasil setelah 10 tahun kemudian, nasib mempertemukan Rasus dengan Srintil.

Diinspirasi dari trilogi “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari, kisah cinta yang indah dan menyayat hati ini hadir mulai 10 Nopember 2011.




Oleh: Icha
Sumber: http://www.inicinema.com/

Seni Berbicara

foto: google.co.id
Berbicara termasuk seni ya? Jawabannya adalah tentu. Memang semua orang bisa berbicara (kecuali mereka yang memiliki keterbatasan dalam bertutur kata). Berbicara dikatakan sebagai seni sebab bicara yang dimaksud bukan berbicara ngelantur, ngegosip nggak karuan. Tapi seni berbicara yang sesuai adab dan berbicara di depan umum.
 Ada banyak orang yang pandai berbicara tentang gosip, ngelantur ngalor ngidul, tapi jika disuruh untuk membawakan sebuah acara, dia menyusutkan tubuhnya dengan alasan takut. Nah, disinilah letak seni berbicara yang tidak dimiliki oleh semua orang meskipun sebenarnya mereka semua bisa.
Berbicara juga menunjukkan karakter dari diri masing-masing. Dengan seni berbicara maka semua orang bisa menilai tingkat kecakapan orang yang berbicara. Berbicara tentu juga tidak hanya dalam lingkup sebagai penyaji jika presentasi, memaparkan produk alias sales, ataupun membawakan sebuah acara. Berbicara juga meliputi kecakapan bergaul, berkenalan, pembahasan topik obrolan. Dari sana juga bisa dijadikan untuk bahan belajar awal seni berbicara. Tentunya di dalam masyarakat dan dunia kerja nanti kita akan dituntut untuk pandai berbicara, yukk mari belajar bersama..^^


oleh Delia F (divisi editor)

Jenius, Super Kaya, Berpengaruh: Tiga Konglomerat IT Tanpa Bekal Ijazah

ilustrasi: www.ceritadanwarta.com


Bagi sebagian orang ijazah dari perguruan tinggi adalah  faktor yang menentukan kesuksesan di masa depan. Tapi bagi tiga jagoan IT dunia, ijazah ternyata bukanlah satu-satunya kunci untuk meraih kesuksesan.

Tahukah Anda bila nama-nama besar seperti pendiri Microsoft, Bill Gates, pendiri Apple Steve Jobs, dan Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg meraih sukses tanpa berbekal ijazah dari tempat kuliah masing-masing.

Gates bahkan dikenal sebagai orang paling sukses yang dikeluarkan dari kampusnya di Harvard University. Gates masuk Harvard di tahun 1973, tapi dua tahun kemudian keluar dari kampus, dan bersama temannya Paul Allen ia mendirikan Microsoft.

Pria yang pernah dinobatkan dalam jajaran pria terkaya dunia selama satu dekade itu, akhirnya mendapat gelar Doktor Honoris Clausa dari bekas kampusnya di tahun 2007. "Mungkin saya membawa pengaruh yang buruk," canda Gates.

Jagoan IT berikutnya, Steve Jobs diketahui drop out dari Reed College. Ia hanya duduk di kampus tersebut kurang lebih enam bulan. Setelah itu ia fokus untuk mendirikan Apple, neXT Computer dan Pixar. Karya-karyanya telah mempengaruhi pengembangan dunia komputer di dunia.

Seolah mengikuti jejak kakak tingkatnya, pendiri facebook Mark Zuckerberg juga meninggalkan bangku kampusnya di Harvard. Tapi situs jejaring pertemanannya yang dikembangkannya telah membius jutaan orang di dunia dan menghasilkan uang setidaknya sekira USD4 Milliar.

Diluar nama-nama 'jagoan' IT tersebut, juga banyak bintang terkenal yang juga meraih kesuksesan tanpa berbekal ijazah perguruan tinggi, sebut saja aktor Tom Hanks, Harisson Ford, Lady Gaga, hingga James Cameron.

sumber : http://www.ceritadanwarta.com/
oleh Dita Safitri (artistik)

Selasa, 08 November 2011

Puncak Acara "Festival Depok Kreatif"

foto: Lina
Depok, GEMA — Acara puncak Festival Depok Kreatif yang berlangsung di Depok Town Square (07/11) dihadiri oleh Wali Kota Depok serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok. Acara tersebut merupakan penutup dari rangkaian acara yang telah digelar sejak tanggal 3 november 2011 lalu. Kali ini yang bertindak sebagai pemandu acara yaitu Abang-None Kota Depok dan dimeriahkan pula oleh penampilan 6 penari yang membawakan tarian Lenggang Nyai (Jakarta). Dalam festival ini juga berdiri stand-stand milik peserta dengan berbagai macam jenis produk usaha mereka yang dipamerkan.
Salah satu peserta festival

Festival ini diikuti oleh 41 Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Depok yang telah diseleksi sebelumnya. Mayoritas peserta menampilkan produk fashion dan kerajinan tangan. Stand “PokLili”, salah satu IKM yang diikutsertakan dalam festival ini, menampilkan kerajinan yang terbuat dari sampah kemasan. Stand-stand milik peserta lain juga menawarkan produk yang beragam, seperti baju batik, guci batik, kerajinan dari kain perca, dan masih banyak lagi.

Di akhir acara dipilih 4 pemenang dari 4 kategori. Kategori tersebut antara lain best entrepreneur, kategori best performance stand, kategori best creative and innovative yang diberikan kepada IKM  “CareMommies” yaitu usaha yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Terakhir, IKM “Sarana Edu Kreasi” mendapat penghargaan kategori best idea. 
Diharapkan dengan adanya festival ini dapat memotivasi para entrepreneur di Kota Depok dalam meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas.


Teks dan foto: Lina (Artistik)

Minggu, 06 November 2011

Makna Hari Raya Idul Adha


foto: google.com
Di Indonesia, sebagian besar masyarakat muslim berpendapat bahwa Hari Raya Idul Adha terasa tak semeriah Hari Raya Idul Fitri, terlebih bagi mereka yang tidak berkurban. Hal tersebut justru bertolak belakang dengan kondisi yang dialami masyarakat muslim di Timur Tengah. Entah apa penyebab terjadinya perbedaan ini. Namun, satu hal yang perlu dipahami yakni bergantung dari bagaimana masyarakat dapat memahami makna (pelajaran) dari tiap peristiwa. Begitu pula dengan Hari Raya Idul Adha, keistimewaannya akan muncul apabila kita mampu memaknainya secara tepat.

Bicara mengenai makna, sedikitnya ada dua makna yang bisa kita dapatkan di Hari Raya Idul Adha. Makna sebagai sebuah pembelajaran akan pentingnya sebuah momentum. Yang pertama, memahami kalau Hari Raya Idul Adha merupakan syi’ar sebagaimana Rasulullah pernah mengatakan, “Hiasilah hari-hari raya kamu dengan takbir,” (H.R. Thabrani). Salah satu yang perlu kita ingat berkaitan dengan hadis tersebut, DR. Yusuf Qardhawi mengatakan, dalam bukunya Fatwa-Fatwa Kontemporer jiid I, kalau pengucapan takbir ini tak dibatasi oleh ruang, tak terbatas hanya pada sekumpulan orang yang berada di masjid, tapi juga berlaku bagi orang yang sedang berjalan, di pasar, dan lainnya. Selain itu, beliau meneruskan kalau takbir ini dimulai sejak selesai shalat shubuh pada hari arafah hingga 23 kali shalat fardhu, yakni pada akhir hari tasyrik, 13 Dzulhijjah. Pengamalan sunnah ini yang kerap tak ditemukan lagi di tengah masyarakat kita. Sebuah penghiasan hari raya dengan takbir semakin menghilang. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus harus mempertahankan dengan cara tepat yang cerdas.

Kedua, Hari Raya Idul Adha ini kerap kali dikaitkan dengan peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail sebagaimana yang diceritakan dalam Al-Quran. Penghayatan tentang makna yang terkandung dalam peristiwa tersebut sangatlah bergantung pada masing-masing diri kita. Akan tetapi, salah satu hal umum yang bisa kita rasakan, mengenai hal tersebut pernah disampaikan oleh salah satu ulama Indonesia. Beliau mengatakan bahwa apa yang dikurbankan tidaklah boleh manusia melainkan sifat kebinatangan yang ada dalam diri manusia, semacam rakus, ambisi yang tak terkendali, menindas, menyerang dan tidak mengenal hukum dan norma apapun. Dalam hal ini, Ali Syariati juga pernah mengungkapkan bahwa sesungguhnya Ismail hanya simbol dari setiap sesuatu yang melemahkan imanmu, setiap sesuatu yang menghalangi “perjalananmu”, setiap sesuatu yang membuat engkau memikirkan kepentinganmu sendiri, setiap sesuatu yang membuat engkau tidak dapat mendengarkan perintah Allah dan menyatakan kebenaran, setiap sesuatu yang memaksa engkau untuk “melarikan diri”, setiap sesuatu yang membutakan matamu dan telingamu. Ismail hanya simbol dari seorang manusia, benda, pangkat, realita, kedudukan dan “ kelemahan dirimu” yang akhirnya sifat kelemahan tersebutlah yang harus dikurbankan, disembelih, dan ditiadakan dalam diri kita terlebih dalam diri setiap umat muslim di Indonesia. Wallahu a’lam

Allahuakbar… Allahuakbar…. Lailahallallahuwallahuakbar… Allahuakbar.. Walillahilhamd.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H

oleh: Dwi Novitasari

Jumat, 04 November 2011

Peluncuran Desain Mata Uang Baru

foto: Google.co.id


Mungkin di antara kita telah mengetahui bahwa terdapat uang kertas desain baru pada pecahan Rp20.000, Rp50.000 dan Rp100.000. Uang-uang tersebut diluncurkan mulai tanggal 28 Oktober 2011 oleh Bank Indonesia dan resmi diedarkan mulai Senin, 31 Oktober 2011.

Pencetakan desain baru tersebut dimaksudkan agar terdapat unsur keamanan dan diharapkan tidak akan ada lagi uang palsu yang beredar di masyarakat.

Tidak banyak perubahan untuk pencetakan ketiga uang baru ini. Untuk membedakannya, perhatikan pada ketiga unsur tambahan di uang-uang itu. Terdapat unsur rainbow printing, kode tuna netra, dan penambahan desain bulat-bulat kecil.

Pada uang Rp20.000, unsur pengaman rainbow printing terdapat di sebelah kanan gambar utama. Selain itu, desain bulat-bulat kecilnya berwarna hijau dan terdapat pada sisi depan dan belakang uang. Lalu, kode tuna netra terdapat di sisi depan uang dan berbentuk persegi panjang yang berjumlah dua buah.
Pada uang Rp50.000, unsur pengaman rainbow printing terdapat pula di sebelah kanan gambar utama. Selain itu, desain bulat-bulat kecilnya berwarna oranye dan terdapat pada sisi depan dan belakang uang. Lalu, kode tuna netra terdapat di sisi depan uang dan berbentuk segitiga terbalik yang berjumlah dua buah.
Dan yang terakhir adalah pecahan 100.000. Unsur pengaman rainbow printing terdapat pula di bagian atas gambar utama. Selain itu, desain bulat-bulat kecilnya berwarna merah dan terdapat pada sisi depan dan belakang uang. Lalu, kode tuna netra terdapat di sisi depan uang dan berbentuk lingkaran yang berjumlah dua buah. Selain ketiga unsur di atas, masih ada lagi yang diubah dalam pecahan 100.000, yaitu terdapat penambahan penulisan "Dewan Perwakilan Daerah" pada gambar utama di bagian belakang uang yang semula bertuliskan  "Majelis Permusyawaratan Rakyat”.





Oleh: Deasy A

Kamis, 03 November 2011

Pelatihan Managemen Organisasi (PMO) TGP 2011



Pelatihan Managemen Organisasi (PMO) merupakan acara yang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun.  Acara yang diselenggarakan pada  28 dan 29 Oktober 2011 di Aula TGP (Teknik Grafika Penerbitan) tersebut ditujukan kepada seluruh mahasiswa TGP angkatan 2011. Acara ini sangat bermanfaat karena kita diajarkan banyak hal yang tidak kita dapat di perkuliahan dan kita bisa lebih siap dalam menjalankan kehidupan yang lebih baik untuk kedepannya.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang financial management dan kesekretariatan yang disampaikan oleh Raisha Saraswati selaku Kakom 3 MPM PNJ 2011/2012. Peserta diberikan penjelasan tentang cara membuat anggaran, bagaimana cara mengatur keuangan dalam sebuah organisasi, cara pembuatan surat resmi, serta alur pengajuan proposal. Tentunya materi ini sangat berguna dalam berorganisasi. Terlebih lagi sebagai seorang bendahara dan sekretaris.

Di hari kedua, terdapat empat materi yang disampaikan. Materi pertama tentang manage organization yang disampaikan oleh Azmi selaku mantan Ketua HMM 2009/2010. Materi ini mengarahkan kita bagaimana seharusnya kita berorganisasi dan apa saja yang dibutuhkan dalam menjalankan sebuah organisasi. Materi selanjutnya tidak kalah penting, yakni tentang lobi dan negosiasi di era globalisasi. Di sini, peserta diberikan pengetahuan tentang tipe-tipe manusia. “Terdapat tiga tipe manusia yang harus kalian ketahui. Penggerak, peresah, dan seniman,” ujar Muhammad Maula Nurudin Al-haq selaku nara sumber.

Peserta tidak hanya mendapat materi, tetapi juga praktik simulasi aksi dan simulasi sidang. Sebelum simulasi tersebut, terdapat open tender terlebih dahulu. Simulasi aksi diawali dengan penyajian materi oleh Deddy Prasetyo selaku Kadept Sospol BEM Taktis. Setelah itu, para peserta melakukan simulasi aksi di depan gedung TGP. Meskipun suasana siang itu sangat panas, tetapi para peserta begitu semangat mengikuti simulasi ini. Simulasi aksi tersebut membahas tentang kasus Century. Saat seluruh peserta berkumpul di depan TGP, mereka menyanyikan lagu totalitas perjuangan, berorasi sambil menunjukkan beberapa poster berisi tuntutan penyelesaian kasus century layaknya aksi sungguhan.

Simulasi berikutnya tidak kalah seru dengan simulasi aksi. Namun, peserta mendapatkan materi tentang simulasi sidang terlebih dahulu oleh Isnan Santoso (mantan Ketua MPM tahun 2000). Terdiri dari empat kelompok peserta, simulasi sidang bejalan kurang lebih satu jam sampai acara selesai. Meskipun banyak tejadi kesalahan oleh beberapa kelompok dalam proses sidang, tetapi simulasi ini cukup menyenangkan dan sedikit membuat beberapa peserta tegang karena peserta belum merasakan suasana sidang sebelumnya. 


oleh : Dili artistik '11

Rabu, 02 November 2011

Parkir Aman, Kuliah Nyaman


Sebagian besar civitas akademika Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) membawa kendaraan pribadi ke kampus. Di lingkungan kampus PNJ terdapat fasilitas tempat parkir, yaitu di dekat gedung Administrasi Jurusan dan di dekat gedung Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP).

Parkiran yang diutamakan untuk mahasiswa dan karyawan ini memiliki beberapa prosedur keamanan. Misalnya, untuk menitipkan kendaraan harus menunjukkan STNK. Hal tersebut bertujuan untuk mencocokkan nomor kendaraan yang dititipkan dengan STNK. Jika terjadi sesuatu pada kendaraan tersebut, maka itu menjadi tanggung jawab petugas parkir.

Tempat parkir PNJ buka mulai pukul 07.00. Tidak ada batasan waktu kapan tempat parkir tutup karena banyak mahasiswa yang kendaraan pribadinya dititipkan dan menginap di kampus. Murtanih, salah satu petugas tempat parkir mengatakan untuk melakukan patroli, petugas parkir dibagi dalam tiga regu. Ada regu yang berjaga pada waktu pagi, siang, dan malam. Itu merupakan tugas wajib petugas parkir di PNJ.

Mahasiswa PNJ menyadari kebutuhan tempat parkir yang aman, karena kendaraan pribadi merupakan alat transportasi yang mereka gunakan untuk pergi ke kampus. Dengan memiliki tempat parkir yang aman, mahasiswa dapat belajar dengan nyaman tanpa harus merasa khawatir kendaraannya hilang atau dicuri.


Oleh: Lina Wulandari 

Selasa, 01 November 2011

See How I.T Goes di Indocomtech 2011


DEPOK-Kabar gembira untuk kalian yang merupakan pecinta IT sejati. Pasalnya, pameran ICT terkemuka di Indonesia akan kembali digelar. Indocomtech resmi dibuka untuk umum pada tanggal 2-6 November 2011. Pameran yang digelar selama lima hari berturut-turut tersebut menawarkan pengetahuan TIK dan produk-produk IT terbaru.

Setelah ledakan keberhasilan pada tahun 2010, Indocomtech yang merupakan acara tahunan ini ke-19 ini akan mempertahankan statusnya sebagai pameran TIK terbesar di Indonesia. Tak hanya itu, Indocomtech juga memiliki posisi terbaik di antara pesaingnya.

Indocomtech yang ke-19 akan menyediakan lebih dari 250 peserta pameran yang akan menempati lahan seluas 17.000 m2 di Jakarta Convention Centre. Indocomtech 2011 terdiri dari 4 area khusus yang merupakan Hall A, Hall B, Cendrawasih Room, dan Lobi Utama. Pengunjung akan menemukan berbagai software komputer, smartphone, Tablet PC, dan kamera dengan teknologi terbaru.


Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp5.000,00 (weekday) atau Rp15.000,00 (weekend), pengunjung sudah dapat bermanja-manja dengan perangkat-perangkat IT dengan harga murah, tetapi tetap berkualitas. Selain itu, acara yang bertema "See How I.T. Goes" juga memberikan fasilitas free wi-fi. Jadi, jangan sampai rugi karena tidak sempat datang, ya! Sampai bertemu di Indocomtech ke-19.



Oleh: Allin

Foto: www.indocomtech.net 

Sehat Bersama Polycare III

Depok, GEMA- Polycare kembali digelar pada tanggal 31 Oktober-4 November 2011. Kali ini, Polycare diberi nama POLYCARE III karena tahun ini merupakan tahun ketiga diselenggarakannya acara tersebut. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara yang diadakan oleh BEM PNJ ini ditambah dengan acara bakti sosial, pengobatan gratis, lomba kreasi mahasiswa, tanaman hias, Diesnatalis dan Dadung Q.

Pada hari pertama diselenggarakannya Polycare, diadakan acara donor darah yang bertempat di GSG. Peserta yang menyumbangkan darahnya berjumlah 170 orang. Peserta antara lain berasal dari kalangan Gedung Q, dosen, dan mahasiswa PNJ. Sebelum mendonorkan darah, peserta dicek darahnya terlebih dahulu oleh dokter yang berasal dari PMI RSUD Depok. Kemudian, peserta ditensi, ditimbang berat badan, dan terakhir dites kadar hemoglobinnya. Apabila memenuhi syarat, maka darah siap untuk didonorkan. Darah yang terkumpul tersebut akan disumbangkan ke PMI yang nantinya akan diberi kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Pada hari kedua, diselenggarakan acara bakti sosial dan pengobatan gratis di daerah Cipayung, Depok. Masyarakat yang mendapatkan sembako berjumlah 210 orang. Pada awalnya, sasaran masyarakat yang mendapatkan pengobatan gratis ditargerkan sebanyak 100 orang, namun jumlah yang datang melebihi sasaran menjadi 141 orang. Kemudian di hari ketiga, diselenggarakan acara Obama yaitu Olahraga Bareng Mahasiswa. Acara ini diisi dengan kegiatan-kegiatan yang tidak kalah seru yaitu kegiatan lomba bakiak, lomba balap sarung, dan tarik tambang. 

Dan sampailah pada acara terakhir dari serangkaian acara Polycare III yaitu acara Dies Natalis dan Dadung Q atau Dialog Gedung Q. Kegiatan ini merupakan dialog antara mahasiswa dengan Direktur PNJ tentang bagaimana perkembangan PNJ. Dalam sesi kegiatan ini, materi yang diangkat yaitu Rasa Memiliki dan Bangga Sebagai Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta. Pada hari terakhir ini, para alumni dari PNJ juga hadir pagi harinya untuk mengadakan sharing kepada seluruh peserta POLYCARE III dalam acara Dies Natalies. So,see you on POLYCARE IV 2012! 
foto: dokumen GEMA
Oleh: Deasy Amalia

Baticube Sukses Modifikasi Batik Tradisional

  
 
DEPOK- Hai para pemuda-pemudi Indonesia, apa kabar dengan gaya berpakaian kalian? Pasti masih banyak yang bingung untuk memilih baju setiap kali mau berangkat kuliah, kan? Nah, kali ini GEMA mau berbagi info tentang sebuah produk lokal yang kental dengan unsur budaya timur. Kalau biasanya kita memakai baju batik model kemeja, ada yang beda dengan produk yang satu ini. Produk Baticube menjadikan batik lebih fleksibel dan santai karena memadukan antara t-shirt dan potongan kain batik menjadi salah satu pilihan fashion yang menarik.

 Awalnya, produk ini merupakan hasil karya lima orang mahasiswa Fasilkom UI, yang sedang menyelesaikan tugas akhir semester di akhir 2009. Baticube adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri pakaian batik modifikasi. Baticube merupakan bisnis yang memperkenalkan batik dalam bentuk yang inovatif. Batik yang biasanya merupakan pakaian untuk acara formal dan menjadi bagian penuh dari pakaian, kini dimodifikasi dan disajikan dalam bentuk kaos.
Untuk harga yang dibanderol juga nggak terlalu mahal, berkisar dari Rp45 ribu sampai Rp60 ribu per baju. Pas buat kantong mahasiswa kan? Nah, keunikan lain dari Baticube, yaitu hanya memproduksi barang per empat bulan, atau sesuai pesanan. Selain itu, kain batiknya pun langsung didapat dari pengrajin batik Jogjakarta. Warna yang tersedia juga beragam, mulai dari putih, hitam, hijau, coklat, merah, dan kuning. Baticube juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk bergaya sehari-hari  tanpa meninggalkan budaya Indonesia, loh! Jadi, cintai gayamu dan cintai negerimu.


Oleh: Allin Esa Widara