The Indonesian Living Legend of Youtube Phenomenon: GAC

Bagi sebagian besar anak muda yang menggandrungi situs Youtube, nampaknya nama Gamal, Audrey, Cantika tidak lagi asing di telinga. Berawal dari . . .

The Indonesian Living Legend of Youtube Phenomenon: GAC

Bagi sebagian besar anak muda yang menggandrungi situs Youtube, nampaknya nama Gamal, Audrey, Cantika tidak lagi asing di telinga. Berawal dari . . .

Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 November 2015

Margonda Sang Pembela Negara

(sumber gambar: http://images.detik.com/community/media/visual/2015/11/09/38b4e5d8-22a2-49c3-bc95-025470165ddc_169.jpg?w=350)


Menyambut hari Pahlawan yang jatuh pada Selasa, 10 November ini, ada banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan. Contohnya mengikuti sejumlah perlombaan, mengikuti suatu kegiatan sosial, atau mengikuti gerakan nyata lainnya yang dapat membangun serta meningkatkan jiwa patriotisme pada negeri. Namun, bagi yang belum dapat berpartisipasi, jangan bersedih dan berkecil hati. Karena ada alternatif lain, seperti mengenal sejarah dari sosok pahlawan asal tempat kita tinggal. Selain efektif untuk menumbuhkan kecintaan pada pahlawan tersebut, cara ini juga mampu membangkitkan rasa bangga dalam diri.
Meski begitu, tidak sedikit warga yang lupa atau bahkan belum tahu tentang sosok pahlawan zaman dahulu yang berjasa di lingkungan sekitarnya. Misalnya, pemahaman warga Depok terhadap nama Jalan Margonda Raya.
Sebagian besar warga atau orang-orang yang pernah berkunjung ke kota belimbing itu mengenal Margonda sebagai sebuah jalan besar yang selalu ramai. Bagaimana tidak, Jalan Margonda Raya adalah jalan utama Kota Depok yang penuh dengan aktivitas sebagian besar warganya karena terdapat banyak fasilitas yang disediakan untuk umum di sana. Di antara fasilitas tersebut ada kantor pusat pemerintahan, terminal bus, stasiun kereta api, rumah sakit, berbagai kampus perguruan tinggi, sekolah, kantor Polres, perumahan, hotel, berbagai pusat kuliner hingga pusat perbelanjaan. Singkatnya, pusat Kota Depok ada di jalan ini.
Kira-kira hanya sebatas itu warga Depok mengenal Jalan Margonda Raya. Padahal jika dikulik lebih dalam lagi, nama Margonda tidak semata-mata lahir begitu saja. Ada sejarah yang melatarbelakanginya.
Kata Margonda diambil dari nama pahlawan pada zaman kolonial Belanda, yakni Margonda. Margonda, yang memiliki nama asli Margana, lahir dan besar di Bogor. Membahas Margonda atau Margana membawa kita kembali ke masa Revolusi Kemerdekaan Pascaproklamasi tahun 1945. Margonda adalah seorang pemuda yang gugur dalam pertempuran melawan pasukan NICA (Nederlands-Indische Civil Administration) di Kalibata, Pancoran Mas, Depok, pada tanggal 16 November 1945. Beriringan dengan serangan kilat dari seluruh penjuru mata angin dan dilancarkannya oleh laskar-laskar demi membebaskan Kota Depok dari pendudukan NICA. Dalam pertempuran tersebut, Margonda tewas tertembak di bagian dada saat akan melempar granat ke arah musuh (Wenri Wanhar, 2011: 118-119).
Semasa hidupnya, Margonda memiliki sahabat dekat, yaitu Ibrahim Adjie dan TB Muslihat. Ibrahim Adjie selamat dalam pertempuran dan terakhir menjabat sebagai Pangdam Siliwangi, sedangkan TB Muslihat mengalami nasib yang sama dengan Margonda.
Jejak langkah Margonda dimulai saat ia menjadi pelajar analis kimia di Balai Penyelidikan Kimia atau Analysten Cursus milik pemerintah Hindia Belanda yang didirikan oleh Indonesiche Chemische Vereniging. Lembaga ini bertempat di Bogor. Selanjutnya pada 1940, Margonda mengikuti pelatihan penerbangan di Luchtvaart Afdeeling, Departemen Penerbangan Belanda. Namun, pelatihan penerbangan itu tidak berlangsung lama karena Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang sekaligus menandai berakhirnya kekuasaan pemerintah Hindia Belanda pada 1942. Saat Jepang menduduki Nusantara, Margonda tidak terlihat sepak terjangnya.
Namun, eksistensi Margonda mencuat saat Jepang menyerah kepada Sekutu tahun 1945. Ketika itu, Margonda mulai aktif dalam gerakan kepemudaan berbentuk laskar-laskar. Margonda, bersama tokoh-tokoh pemuda lokal di wilayah Bogor dan Depok, mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) yang bermarkas di Jalan Merdeka, Bogor.
Perpecahan AMRI, karena anggotanya banyak yang bergabung dengan BKR, Pesindo, KRISS, dan kelompok kecil sejenis lainnya, membuat AMRI di bawah pimpinan Margonda memiliki usia yang relatif singkat. Nama Margonda tercatat di Museum Perjuangan Bogor bersama ratusan pejuang yang gugur.
Dalam situs merdeka.com, sejarawan UI, JJ Rizal, menyatakan tidak mengetahui jelas alasan pemerintah Bogor menamai jalan utama Kota Depok dengan nama Margonda. Dahulu Depok adalah kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor. Meski kurang jelas, Margonda tetap layak mendapat apresiasi dari warga Depok karena ia telah gugur demi membela bumi pertiwi ini.
Untuk itu, mari kita ubah kebiasaan apatis terhadap sejarah yang telah membangun masa kini. Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang tidak lupa pada sejarahnya.

Oleh Putri Lestari
Editor: Fatimah


Selasa, 06 Oktober 2015

Wisuda PNJ ke-31


Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mewisuda 1.946 wisudawan dan wisudawati, terdiri dari 1.119 wisudawan dan 827 wisudawati, di Balairung, Universitas Indonesia. Wisudawan tersebut termasuk wisudawan program pendidikan kerja sama dengan PT Holcim, PT Trakindo, PT Badak LNG, CCTI Universitas Indonesia, BBPLKN Cevest Bekasi, Akademika Komunitas Negeri P4TK Cimahi Bandung, serta Pemuda Kabupaten Kaimana Papua Barat.
Wisuda dilaksanakan pada tanggal 26 September 2015, setelah sebelumnya dilaksanakan Gladi Resik pada tanggal 25 September 2015. PNJ pada tahun akademik 2014/2015 telah melakukan wisuda sebanyak 31 kali dan sampai saat ini telah meluluskan 26.967 orang. Panitia pelaksana terdiri dari dosen, MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), UKM Menwa, serta perwakilan mahasiswa dari setiap jurusan. Dalam pelaksanaan wisuda ini, seluruh wisudawan dilarang membawa barang-barang apa pun.
Rangkaian Acara
Tepat pukul 08.05 WIB, para wisudawan mulai memasuki ruang Sidang Senat Terbuka PNJ. Wisudawan berbaris sesuai jurusan dimulai dari  jurusan Teknik Informatika dan Komputer (TIK) dan diakhiri dengan jurusan Teknik Elektro. Setiap wisudawan mengenakan slayer dengan warna yang berbeda-beda, sesuai jurusan masing-masing.
Rangkaian acara selanjutnya ialah penayangan video tentang “Sekilas Politeknik Negeri Jakarta”. Video tersebut berisi sambutan dari Direktur PNJ, Abdillah, S.E., M.Si, pengenalan setiap jurusan, fasilitas kampus, dan pesan dari para alumni PNJ.
Para petinggi PNJ, seperti Direktur, Pembantu Direktur (Pudir), Ketua Jurusan (Kajur), dan staf-staf lainnya memasuki ruang sidang diringi oleh kelompok paduan suara. Kelompok paduan suara tersebut dibina oleh Dr. Ida Nurhayati, S.H., M.H. dan diarahkan oleh dirigen Slamet Sudarsono. Setelah para petinggi PNJ sudah di posisi masing-masing, kelompok paduan suara kembali membawakan lagu Kebangsaan Republik Indonesia dan dilanjut Mengheningkan Cipta.
Sidang Senat Terbuka PNJ ke-31 tahun akademik 2014/2015 resmi dibuka oleh Abdillah, S.E., M.Si. pukul 09.42 WIB dengan memukul gong. Pelantikan dilaksanakan secara simbolis kepada wisudawan terbaik dari yang terbaik. Saat dilantik, seluruh wisudawan memindahkan tali topi toga­ mereka dari kiri ke kanan.
Direktur PNJ memberikan selamat kepada wisudawan lulusan terbaik dari yang terbaik dari setiap jurusan. Kelompok paduan suara pun menyanyikan lagu Syukur, Keroncong Surabaya, serta Simfoni Yang Indah. Direktur PNJ kembali memberikan selamat kepada wisudawan terbaik sebanyak empat orang, yaitu Lut Ketut Mas Kirana (D-3 Akuntansi), Junaedi (S1 Terapan Keuangan & Perbankan Syariah), Halida Amelia (D-3 Akuntansi), dan Syariefah Prawira (D-3 Penerbitan).
Lulusan terbaik, yaitu Lut Ketut Mas Kirana dan Junaedi membacakan Janji Mahasiswa dan Ucapan Terimakasih. Janji Mahasiswa dibacakan oleh Junaedi, dilanjut pembacaan Ucapan Terimakasih oleh Lut Ketut Mas Kirana.
Seluruh wisudawan menyanyikan lagu wajib Bagimu Negeri. Mahasiswi program studi Akuntansi dan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) pun ikut menyumbangkan dua buah lagu. Mahasiswi program studi Akuntansi menyanyikan lagu Only Hope, sedangkan mahasiswi program studi MICE menyanyikan lagu Stand Up For Love. Selanjutnya, sambutan dari Direktur PNJ, Abdillah, S.E., M.Si. yang dalam  sambutannya mengatakan, “Selama masa studi yang telah dijalankan tanpa kenal lelah, dengan disiplin tinggi, Saudara telah berhasil melalui berbagai tahapan, tantangan, dan ujian yang sangat berat hingga mencapai puncaknya saat Saudara dinyatakan lulus dan diwisuda pagi ini. Upacara wisuda ini bukanlah akhir perjuangan Saudara, melainkan langkah awal menuju kehidupan masa depan. Saya yakin, bekal yang Saudara dapatkan selama menempuh pendidikan di PNJ sangat memadai untuk bekerja sesuai dengan bidang Saudara. Jangan lupa, kalian harus  berbakti pada orang tua, berdoa, serta bersemangat dalam mengabdikan kemampuan, di mana pun Saudara berkarya.”
Sebelum ditutupnya Sidang Senat Terbuka PNJ ke-31, dilakukan pembacaan doa bersama dipimpin oleh Riza Hadikusuma, M.Ag. Sidang Senat Terbuka ke- 31 tahun akademik 2014/2015 ditutup pukul 11.20 WIB oleh Abdillah, S.E., M.Si. Penutupan ditutup dengan menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa oleh seluruh wisudawan. Terakhir, yang paling berkesan, saat pelemparan toga serentak oleh seluruh wisudawan.
Selamat bagi seluruh mahasiswa PNJ program D-3 dan S1 Terapan atas kelulusannya tahun ini. Selamat!

Oleh Eronika Dwi Pinara dan Atikah Nurfajri



Minggu, 25 Maret 2012

Tumpahan Oli Mengundang Celaka

Tumpahan Oli Mengundang Celaka



Pada Jumat, Tanggal 23 Maret 2012, berlokasi di depan Gedung Walikota Jakarta Barat, Kebun Jeruk, tidak jauh dari Mall Puri Indah. Terjadi kecelakaan tunggal yang dialami sebuah mobil kijang toyota, dalam kejadian tersebut beruntung tidak ada korban jiwa, namun tentunya sangat merugikan bagi pengendara mobil, karena kondisi kendaraan yang ringsek di bagian depan, karena menghantam pembatas jalan, hingga akhirnya terjungkal naik.

Penyebab kecelakaan diakibatkan, pengemudi tidak dapat menguasai mobilnya meski dalam kecepatan 40 km/jam, karena harus melewati tikungan yang cukup tajam, dengan kondisi jalan yang licin akibat tumpahan oli dari sebuah truk proyek pembangunan setempat.

Sebelum kecelakaan tersebut, sebuah sepeda motor terjatuh saat melewati jalan yang licin tersebut, dan tidak lama setelah nya, lagi-lagi sepeda motor lain kembali terjatuh. "Kalau begini terus, akan semakin banyak makan korban," ucap salah seorang warga setempat.

Foto & Naskah : Afni

Rabu, 29 Februari 2012

Sarasehan Technopreneur, Berbagi Pengalaman, Peluang dan Pengetahuan Wirausaha

Pada 21 Februari 2012, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Mengadakan sebuah acara seminar yang bertemakan “Pemberdayaan dan Pengembangan Technopreneur di Politeknik Negeri Jakarta, Sebagai Wadah Bertukar Ketrampilan dan Wadah Pemberdayaan Bagi Technopreneur di Indonesia”.

Technopreneur sendiri adalah cara berwirausaha dengan berbasis teknologi, yang di sini para Mahasiswa Politeknik, khususnya Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, sangatlah berperan untuk menciptakan sebuah karya cipta dan bukan hanya sekedar menjadi mahasiswa yang paham dan mampu menjalankan sebuah mesin. Technopreneur sangatlah bermanfaat bagi kemajuan ekonomi Indonesia, karena kita tidak akan bergantung dengan mesin-mesin yang didatangkan dari luar negeri, seperti Cina, Amerika, dan Belgia, sehingga pada akhirnya ekonomi Indonesia semakin membaik.

Salah satu materi berkaitan dengan technopreneur adalah  yang disampaikan oleh H. Sigit Marbangun, S.ST, alumni dari Polteknik Manufaktur Bandung. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan “Merintis dan Mengembangkan Wirausaha Unik Berbasis Penerapan Teknologi”. Menurut beliau, soko guru industri di Indonesia adalah industri kecil yang dapat menyokong industri besar, dan tentunya dalam hal ini peran mahasiswa politeknik Jurusan Teknik Mesin khususnya, sangatlah besar dan penting.

Gus Ndiwek, sapaan akrabnya. Beliau sudah cukup banyak menghasilkan berbagai karyanya dalam menciptakan sebuah mesin, dan kini mesin-mesinnya dipakai di beberapa perusahaan besar seperti Astra Honda Motor (AHM), kurang lebih sekitar 120 mesin untuk mengangkat suku cadang yang telah selesai dirakit, dengan harga per mesin, yaitu Rp.15 Juta Rupiah, dan  bahkan sampai mengekspor mesin garment SS-03-SIMA ke Arab Saudi untuk pembuatan pakaian kerajaan. Disamping itu, beberapa hasil penemuannya yaitu, mesin pengisi cat dengan sistem level sensor seharga Rp.350 Juta dan kini terpakai oleh Catylac, mesin yang diperuntukan pengisian Aquaproof dengan kemampuan mengisi 10 ember per menit, seharga Rp.350 Juta.

Dengan keberhasilan seorang Gus Ndiwek, seorang pada mahasiswa politeknik Jurusan Teknik Mesin pada masanya, tidak terlepas dari peran teman-temannya yang mendukung usaha beliau. Tambahnya, seorang mahasiswa Jurusan Teknik Mesin harus memperluas pergaulannya dengan Jurusan Teknik Listrik, Elektro, dan Komputer. Dengan memperluas pergaulan tersebut, maka akan menciptakan sebuah rasa kesatuan, dan hal ini penting sebagai modal awal untuk bertechnopreneur, karena satu sama lain pasti berkaitan. Karena pada sebuah mesin tidak akan dapat terpakai jika tidak ada listrik, dan tentu pula tidak akan berfungsi sebagai mana mestinya jika tidak ada sebuah program komputer yang mengendalikan.

Begitu pentingnya peran Technopreneur dalam sistem perekonomian Indonesia, seharusnya hal ini dapat menjadi motivasi besar bagi para mahasiswa politeknik, khususnya dari Jurusan Teknik Mesin, untuk bisa menciptakan sebuah karya, yang dapat dirasakan manfaatnya oleh kebanyakan orang. Namun, sayangnya kebanyakan para mahasiswa tersebut hanyalah berpikir sekedar cukup dalam hal pengoperasian sebuah mesin. Namun, tidak dapat dipungkiri juga bahwa Technopreneur memang masih sebuah hal baru bagi kebanyakan mahasiswa politeknik, sehingga perlu waktu untuk menyebarluaskan informasi tersebut, setelah itu tentunya Technopreneur akan menjadi sebuah wirausaha baru yang digandrungi, dan sekaligus sebagai ajang menunjukkan prestasi. 


Teks & foto: Nur Afni

Selasa, 20 Desember 2011

INFO PILDIR (Pemilihan Direktur PNJ) 2011

Pemungutan suara yang dilakukan hari Selasa (20/12/11) mulai pagi hingga pkl. 15.00 WIB tadi di lantai 3 Gedung Direktorat PNJ telah menghasilkan Bapak Abdillah (AN) sebagai direktur terpilih periode 2012/2016.

Perolehan suara:
Bapak Abdillah 30,
Bapak Agus 9,
Bapak Kusumo 7,
dan 1 suara abstain.
Perolehan suara tersebut terdiri dari 30 orang senat dan 17 suara perwakilan Dirjen Dikti.

Semoga beliau bisa menjalankan amanah hingga 4 tahun mendatang dengan sebaik-baiknya.





Sumber: SOMASI
Post by: Aulia Trisna

Minggu, 27 November 2011

Pekan Ilmiah Sains dan Teknologi Nasional Alat Berat 2011 (PISTON 2011)


DEPOK-25/11/2011. Salah satu program studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta yaitu Teknik Alat Berat yang bekerjasama dengan PT Trakindo Utama menyelenggarakan sebuah acara berskala nasional yaitu Pekan Ilmiah Sains dan Teknologi Nasional Alat Berat 2011 (PISTON 2011). Acara ini terdiri dari seminar, pameran, dan perlombaan tingkat nasional yang dimulai dari tanggal 23 hingga 25 November 2011. Di mana Politeknik Negeri Jakarta menjadi tuan rumah untuk yang ketiga kalinya. Opening ceremony PISTON 2011 yang dilaksanakan di hari pertama acara (23/11/2011) berlangsung secara khidmat dan tertib dan dilanjutkan dengan persiapan kompetisi. Ada tiga jenis kompetisi yang diselenggarakan, yaitu Olympic Skill, Presentation Skill, dan Knowledge Skill. Lima tim peserta kompetisi PISTON 2011 ini adalah Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik Negeri Padang, dan Politeknik Manufaktur Bandung. Peserta yang mengikuti kompetisi ini adalah peserta dari Politeknik yang bekerja sama dengan Alat Berat, Trakindo Training. Pada hari kedua PISTON 2011 (24/11/2011) dimulainya National Heavy Equipment Competition I dan Heavy Competition Exhibition. Yang menjadi penilaian dari kompetisi pada hari ini adalah Olympic Skill. Selain itu, pada hari tersebut dilaksanakan juga seminar dan pameran mengenai hasil karya Tugas Akhir (TA) Politeknik Negeri Jakarta. Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Sipil ikut menampilkan hasil karya mereka pada pameran ini. Pada hari terakhir pelaksanaan PISTON 2011 (25/11/2011) ini diisi dengan National Heavy Equipment Competition II di mana pada kali ini berdasarkan pada Presentation Skill dan Knowledge Skill (tes tulis, pengetahuan tentang Alat Berat). Selanjutnya diisi dengan Seminar dengan tema “From High School to Weight School”. Lalu ditutup dengan Closing Ceremony dan Pengumuman Juara. Dan hasilnya Tim Alat Berat Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menjadi Juara Umum pada tahun ini. “Semoga acara ini menjadi acara tahunan yang diselenggarakan PT Trakindo Utama”, harapan Project Officer PISTON 2011, Alfi.

Oleh: Fadin

Kamis, 03 November 2011

Pelatihan Managemen Organisasi (PMO) TGP 2011



Pelatihan Managemen Organisasi (PMO) merupakan acara yang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun.  Acara yang diselenggarakan pada  28 dan 29 Oktober 2011 di Aula TGP (Teknik Grafika Penerbitan) tersebut ditujukan kepada seluruh mahasiswa TGP angkatan 2011. Acara ini sangat bermanfaat karena kita diajarkan banyak hal yang tidak kita dapat di perkuliahan dan kita bisa lebih siap dalam menjalankan kehidupan yang lebih baik untuk kedepannya.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang financial management dan kesekretariatan yang disampaikan oleh Raisha Saraswati selaku Kakom 3 MPM PNJ 2011/2012. Peserta diberikan penjelasan tentang cara membuat anggaran, bagaimana cara mengatur keuangan dalam sebuah organisasi, cara pembuatan surat resmi, serta alur pengajuan proposal. Tentunya materi ini sangat berguna dalam berorganisasi. Terlebih lagi sebagai seorang bendahara dan sekretaris.

Di hari kedua, terdapat empat materi yang disampaikan. Materi pertama tentang manage organization yang disampaikan oleh Azmi selaku mantan Ketua HMM 2009/2010. Materi ini mengarahkan kita bagaimana seharusnya kita berorganisasi dan apa saja yang dibutuhkan dalam menjalankan sebuah organisasi. Materi selanjutnya tidak kalah penting, yakni tentang lobi dan negosiasi di era globalisasi. Di sini, peserta diberikan pengetahuan tentang tipe-tipe manusia. “Terdapat tiga tipe manusia yang harus kalian ketahui. Penggerak, peresah, dan seniman,” ujar Muhammad Maula Nurudin Al-haq selaku nara sumber.

Peserta tidak hanya mendapat materi, tetapi juga praktik simulasi aksi dan simulasi sidang. Sebelum simulasi tersebut, terdapat open tender terlebih dahulu. Simulasi aksi diawali dengan penyajian materi oleh Deddy Prasetyo selaku Kadept Sospol BEM Taktis. Setelah itu, para peserta melakukan simulasi aksi di depan gedung TGP. Meskipun suasana siang itu sangat panas, tetapi para peserta begitu semangat mengikuti simulasi ini. Simulasi aksi tersebut membahas tentang kasus Century. Saat seluruh peserta berkumpul di depan TGP, mereka menyanyikan lagu totalitas perjuangan, berorasi sambil menunjukkan beberapa poster berisi tuntutan penyelesaian kasus century layaknya aksi sungguhan.

Simulasi berikutnya tidak kalah seru dengan simulasi aksi. Namun, peserta mendapatkan materi tentang simulasi sidang terlebih dahulu oleh Isnan Santoso (mantan Ketua MPM tahun 2000). Terdiri dari empat kelompok peserta, simulasi sidang bejalan kurang lebih satu jam sampai acara selesai. Meskipun banyak tejadi kesalahan oleh beberapa kelompok dalam proses sidang, tetapi simulasi ini cukup menyenangkan dan sedikit membuat beberapa peserta tegang karena peserta belum merasakan suasana sidang sebelumnya. 


oleh : Dili artistik '11

Rabu, 02 November 2011

Parkir Aman, Kuliah Nyaman


Sebagian besar civitas akademika Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) membawa kendaraan pribadi ke kampus. Di lingkungan kampus PNJ terdapat fasilitas tempat parkir, yaitu di dekat gedung Administrasi Jurusan dan di dekat gedung Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP).

Parkiran yang diutamakan untuk mahasiswa dan karyawan ini memiliki beberapa prosedur keamanan. Misalnya, untuk menitipkan kendaraan harus menunjukkan STNK. Hal tersebut bertujuan untuk mencocokkan nomor kendaraan yang dititipkan dengan STNK. Jika terjadi sesuatu pada kendaraan tersebut, maka itu menjadi tanggung jawab petugas parkir.

Tempat parkir PNJ buka mulai pukul 07.00. Tidak ada batasan waktu kapan tempat parkir tutup karena banyak mahasiswa yang kendaraan pribadinya dititipkan dan menginap di kampus. Murtanih, salah satu petugas tempat parkir mengatakan untuk melakukan patroli, petugas parkir dibagi dalam tiga regu. Ada regu yang berjaga pada waktu pagi, siang, dan malam. Itu merupakan tugas wajib petugas parkir di PNJ.

Mahasiswa PNJ menyadari kebutuhan tempat parkir yang aman, karena kendaraan pribadi merupakan alat transportasi yang mereka gunakan untuk pergi ke kampus. Dengan memiliki tempat parkir yang aman, mahasiswa dapat belajar dengan nyaman tanpa harus merasa khawatir kendaraannya hilang atau dicuri.


Oleh: Lina Wulandari 

Selasa, 01 November 2011

Sehat Bersama Polycare III

Depok, GEMA- Polycare kembali digelar pada tanggal 31 Oktober-4 November 2011. Kali ini, Polycare diberi nama POLYCARE III karena tahun ini merupakan tahun ketiga diselenggarakannya acara tersebut. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara yang diadakan oleh BEM PNJ ini ditambah dengan acara bakti sosial, pengobatan gratis, lomba kreasi mahasiswa, tanaman hias, Diesnatalis dan Dadung Q.

Pada hari pertama diselenggarakannya Polycare, diadakan acara donor darah yang bertempat di GSG. Peserta yang menyumbangkan darahnya berjumlah 170 orang. Peserta antara lain berasal dari kalangan Gedung Q, dosen, dan mahasiswa PNJ. Sebelum mendonorkan darah, peserta dicek darahnya terlebih dahulu oleh dokter yang berasal dari PMI RSUD Depok. Kemudian, peserta ditensi, ditimbang berat badan, dan terakhir dites kadar hemoglobinnya. Apabila memenuhi syarat, maka darah siap untuk didonorkan. Darah yang terkumpul tersebut akan disumbangkan ke PMI yang nantinya akan diberi kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Pada hari kedua, diselenggarakan acara bakti sosial dan pengobatan gratis di daerah Cipayung, Depok. Masyarakat yang mendapatkan sembako berjumlah 210 orang. Pada awalnya, sasaran masyarakat yang mendapatkan pengobatan gratis ditargerkan sebanyak 100 orang, namun jumlah yang datang melebihi sasaran menjadi 141 orang. Kemudian di hari ketiga, diselenggarakan acara Obama yaitu Olahraga Bareng Mahasiswa. Acara ini diisi dengan kegiatan-kegiatan yang tidak kalah seru yaitu kegiatan lomba bakiak, lomba balap sarung, dan tarik tambang. 

Dan sampailah pada acara terakhir dari serangkaian acara Polycare III yaitu acara Dies Natalis dan Dadung Q atau Dialog Gedung Q. Kegiatan ini merupakan dialog antara mahasiswa dengan Direktur PNJ tentang bagaimana perkembangan PNJ. Dalam sesi kegiatan ini, materi yang diangkat yaitu Rasa Memiliki dan Bangga Sebagai Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta. Pada hari terakhir ini, para alumni dari PNJ juga hadir pagi harinya untuk mengadakan sharing kepada seluruh peserta POLYCARE III dalam acara Dies Natalies. So,see you on POLYCARE IV 2012! 
foto: dokumen GEMA
Oleh: Deasy Amalia

Senin, 31 Oktober 2011

National Congress AIPEC

Foto: dokumen PEC PNJ
DEPOK – Minggu (30/10/2011), National Congress of Association of Indonesia Polytechnic English Club telah selesai dilaksanakan. Hasil dari kongres nasional tersebut adalah resmi dibentuk sebuah asosiasi ukm bahasa Inggris politeknik se-Indonesia yang diberi nama Association of Indonesia Polytechnic English Club (AIPEC). Proses pembentukan asosiasi tersebut tidaklah mudah, perwakilan dari politeknik se-Indonesia berkumpul di PNJ untuk melaksanakan sidang-sidang pembentukan AIPEC. Kongres nasional ini dilaksanakan selama empat hari, mulai Kamis, 27 Oktober hingga 30 Oktober 2011 dimana Politeknik Negeri Jakarta menjadi tuan rumah pertama yang memfasilitasi kongres ini. Kongres ini dihadiri lebih dari 20 Politeknik yang ada di Indonesia. Hari pertama, kongres ini dibuka dengan penampilan tari Rampak Gendang dari SMAN 1 Depok. Lalu dilanjutkan dengan sidang pleno pertama yang membahas tentang penetapan presidium sidang dan pembuatan jadwal sidang selama kongres.

Di hari berikutnya peserta sidang dibagi menjadi dua komisi, yaitu komisi A dan komisi B. Komisi A bertugas untuk merencanakan bentuk Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Association of Indonesia Polytechnic English Club, sedangkan Komisi B merencanakan Program Kerja (Proker) AIPEC untuk masa jabatan satu tahun ke depan. Masing-masing komisi tersebut akan mempresentasikan rancangan hasil sidang masing-masing komisi di sidang pleno kedua yang akan dilaksanakan Sabtu, 29 Oktober 2011.

foto: dokumen PEC PNJ
Sabtu (29/10) adalah hari terakhir bagi para peserta Kongres Nasional AIPEC untuk bersidang. Pada hari tersebut, masing-masing komisi mempresentasikan hasil sidang komisi mereka. Yang selanjutnya akan disahkan forum dalam sidang pleno kedua. Setelah itu dilanjutkan dengan pemilihan Sekretaris Jenderal AIPEC yang pertama. Pada sidang selanjutnya Perwakilan Politeknik Negeri Jakarta, Denny Perdana Wirawan terpilih menjadi Sekretaris Jenderal AIPEC pertama. “Selamat kepada saudara Denny sebagai Sekjen AIPEC terpilih. Saya turut bangga terhadap PNJ, karena salah satu perwakilan kita dipercaya lagi untuk menjadi ketua salah satu organisasi nasional, setelah saudara Zul juga terpilih sebagai ketua FKMPI dan perwakilan kita yang lain juga terpilih menjadi ketua BAKORMA”, ujar Pak Agus, selaku Pudir III PNJ.

Pada malam harinya, para peserta sidang disuguhkan acara hiburan yang bertemakan Culture Night. Pada malam inilah dideklarasikan AIPEC sebagai asosiasi UKM Bahasa Inggris yang resmi dan tanggal 29 Oktober 2011 tersebut dijadikan sebagai hari jadi AIPEC. Dalam acara tersebut ditampilkan film dokumenter AIPEC, yang isinya mengenai suasana selama kongres AIPEC berlangsung. Selain itu acara ini juga diisi oleh penampilan dari Pankreas Band dan Magic Show oleh Aulia Rahman. Di akhir acara ditutup dengan firework party. “Saya sangat senang berada di sini, panitia terutama LO AIPEC sangat ramah sehingga saya bisa enjoy berada disini. Selain itu saya juga bisa akrab dengan delegasi dari politeknik di sini, saya merasakan sekali kekeluargaannya”, ujar salah satu peserta saat sesi penyampaian pesan dan kesan. Di hari terakhir (30/10), sebelum para delegasi kembali ke politekniknya masing-masing, panitia mengadakan acara terakhir yaitu City Tour. Dari sidang AIPEC ini, diharapkan para perwakilan Politeknik bisa memajukan UKM Bahasa Inggris di kampusnya masing-masing.


 Oleh: Fadin D.


Sabtu, 29 Oktober 2011

Workshop Ilustrasi "Drawing Through References"

foto: dokumen pribadi

"Ilustrasi itu mudah, tetapi yang sulit itu adalah pembentukan mental yang dibutuhkan saat kita membuat ilustrasi,"tutur seorang ilustrator yang menjadi pembicara dalam Workshop Ilustrasi "Drawing Through References", Kamis (27/10) di Aula Teknik Grafika dan Penerbitan. 

Acara ini diselenggarakan untuk menambah wawasan dan ilmu kepada mahasiswa prodi desain grafis dalam pembuatan sebuah ilustrasi. Pengisi acara tersebut merupakan seorang senior dari Instructor Carrot Academy bernama Toni Hariyanto. Ia meyandang banyak prestasi. Ia merupakan salah satu dari sembilan besar karikatur tokoh besar dunia. Ia juga sempat memperoleh penghargaan dari deviantART dua kali atas karyanya yang bertemakan tradisional art.

Dalam acara workshop tersebut, Pak Toni memberikan materi dan menyebarkan gambar zombie yang nantinya akan digambar bersama-sama dengan seluruh mahasiswa desain grafis. “Begitu banyak orang bermimpi tanpa melakukan tindakan,”kata Pak Toni saat memberikan materi. Pak Toni juga mengatakan bahwa seluruh mahasiswa desain grafis tersebut melakukan hal yang benar karena berani terjun langsung di dunia ilustrasi.

Setelah memberi materi, Pak Toni memerintahkan seluruh peserta workshop untuk menggambar zombie. Selama peserta menggambar, ditampilkan pula keterampilan Pak Toni menggambar di layar. Tekniknya lebih hebat dan lebih cepat. Pak Toni juga memberikan penilaian terhadap gambar yang dibuat oleh mahasiswa desain grafis. Ia mengatakan, 99% seluruh peserta sudah memiliki basic dalam menggambar.




Oleh: Deasy Amalia
Sumber: Chaisa Chairunnisa