The Indonesian Living Legend of Youtube Phenomenon: GAC

Bagi sebagian besar anak muda yang menggandrungi situs Youtube, nampaknya nama Gamal, Audrey, Cantika tidak lagi asing di telinga. Berawal dari . . .

The Indonesian Living Legend of Youtube Phenomenon: GAC

Bagi sebagian besar anak muda yang menggandrungi situs Youtube, nampaknya nama Gamal, Audrey, Cantika tidak lagi asing di telinga. Berawal dari . . .

Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

THE HYDE Authobiography

foto: google.com
Vokalis band rock Jepang yang fenomenal, Hyde meluncurkan buku Autobiografinya pada 29 Januari 2012 lalu. Dalam buku ini, Hyde akan mengungkapkan kehidupan pribadinya. Ini yang ditunggu-tunggu oleh semua fans, mengingat Hyde adalah salah satu artis yang menjaga privasi dan kehidupan pribadinya kepada publik.

Buku ini terdiri dari 192 halaman yang terbagi atas 26 bab. Selain mengungkapkan kehidupan pribadinya, buku ini juga bercerita tentang sejarah dan perjalanan band  L'Arc-en-Ciel yang digaunginya sejak tahun 1991. Rahasia masa kecil, sampai cara pandangnya terhadap seorang wanita juga akan terkuak dalam buku ini. Buku ini dirilis dengan harga 3.500 yen atau sekitar Rp.400.000,00 per eksemplar.








Teks: Aulia Trisna

Sabtu, 11 Februari 2012

10 Tahun "Ada Apa Dengan Cinta"

“Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
 Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
 Sepi... Sepi dan sendiri aku benci.
 Aku ingin bingar. Aku mau di pasar.

 Bosan aku dengan penat,
 dan enyah saja kau, pekat!

 Seperti berjelaga jika aku sendiri
 Pecahkan saja gelasnya biar ramai
 Biar mengaduh sampai gaduh

 Ahh.. ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang
 di tembok keraton putih
 Kenapa tak goyangkan saja loncengnya?
 Biar terderah,
 atau... aku harus lari ke hutan belok ke pantai?”







Pasti pernah mendengar sajak puisi ini. Ya, ini adalah puisi yang diperkenalkan oleh Rangga (Nicholas Saputra) di film Ada Apa Dengan Cinta?. Film fenomenal yang disutradarai oleh Rudi Sudjarwo ini menghadirkan semangat baru dalam dunia perfilman Indonesia yang sebelumnya telah redup selama beberapa tahun. Film yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra ini telah meraih kesuksesan besar pada tahun 2002 silam dan berhasil meraih empat piala citra pada tahun 2004, salah satunya sebagai Film Terbaik Pilihan Masyarakat.

Film remaja romantis ini tidak hanya sukses dalam kisah romantisnya, tetapi melalui film ini para remaja diperkenalkan dengan keindahan dunia sastra khususnya puisi, persahabatan sejati, serta dunia jurnalistik. Karena setelah film ini dirilis pada 8 Februari 2002, banyak para siswa sma mengikuti klub mading disekolahnya. Dengan kata lain film ini juga cukup memberi pengaruh besar dalam kehidupan remaja saat itu.

Tepat 10 tahun setelah dirilisnya film ini, produser Mira Lesmana dkk melaksanakan acara untuk mengenang dan merayakan kesuksesan film ini. Sang produser mengadakan acara nostalgia bersama para pemeran film dan penggemarnya yang beruntung pada tanggal 8 Februari 2012. Selain acara tersebut, film Ada Apa Dengan Cinta? ditayangkan kembali di bioskop 21 Blok M Square selama 2 hari, dari tanggal 9-10 Februari 2012. Tentu antusiasme masyarakat setelah mendengar kabar ini sangat besar. Terbukti pada pemutaran pertama tanggal 8 Februari kemarin studio 5, 21 Blok M Square terisi penuh.

Semoga dari peringatan 10 tahun film Ada Apa Dengan Cinta? ini  terus memberikan inspirasi, kreatifitas, dan kualitas tinggi pada dunia perfilman Indonesia. Tidak hanya menonjolkan materi, tetapi juga menonjolkan banyak sisi yang tentu saja dengan tujuan meningkatkan wawasan untuk membangun bangsa kepada para penggemar film. Tingkatkan terus Sastra Indonesia. Maju terus perfilman Indonesia. 

#10thnAADC


oleh Fadin Darmawan

Minggu, 13 November 2011

Resensi: Novel Our Story karya Orizuka


Masa SMA. 
Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah,
tapi tidak bagi anak-anak SMA Budi Bangsa.

SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah, karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.

Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli, dan sebagainya.

Masuk dan pulang sekolah sesuka hati.
Guru-guru honorer jarang masuk dan memilih mengajar di tempat lain.
Angka drop out jauh lebih besar daripada yang lulus.

Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak-anak SMA Budi Bangsa,
bahkan jika mereka menginginkannya.

Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram yang harus segera dilewati.

Supaya mereka dapat keluar dari status 'remaja' dan menjadi 'dewasa'.
Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka.
Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.

Ini, adalah cerita mereka.
***
Novel Our Story ini adalah novel karya Orizuka. Ceritanya keren banget. Novel ini mempunyai 4 pemeran utama. Well, biasanya tokoh sentral kan dua ya?

Novel ini menceritakan tentang gadis bernama Yasmine. Gadis SMA yang pindah dari Amerika ke Jakarta karena ibunya koma di Indonesia.

Masalah dimulai ketika sopir Yasmine yang diberi tugas untuk mendaftarkan Yasmine sekolah selama tinggal di Jakarta, salah mendengar nama sekolah tempat Yasmine akan mendaftar. Harusnya, Yasmine masuk ke sekolah Bakti Bangsa yang bertaraf internasional, namun karena salah dengar, Yasmine akhirnya masuk ke sekolah Budi Bangsa. Sekolah pembuangan 
sampah, karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.
Orang yang bersekolah di sana adalah orang-orang yang tidak diterima di SMA manapun, tidak punya biaya banyak, atau anak-anak yang memang tidak niat ikhlas untuk sekolah. Alias sekolah hanya jadi formalitas saja.

Di sekolah itu, ada seorang anak laki-laki bernama Nino yang terkenal sebagai maskotnya SMA Budi Bangsa. Kenapa? Karena Nino kalau berantem nggak segan-segan sampai bikin musuhnya sekarat. Dan dia identik dengan tongkat baseballnya (yang digunain buat mukulin orang).

Pertama kali melihat Yasmine, Nino langsung tertarik. Soalnya gadis itu polos sekali. Dan Yasmine termasuk gadis yang autis di Amerika sana karena dia di Amerika sering di-bully.
Pada akhirnya, Nino naksir beneran sama Yasmine.
Selain Yasmine dan Nino, dua tokoh lain yang dapat porsi sama banyak adalah Ferris dan Mei.

Ferris adalah anak orang kaya (anak anggota DPR dan pengusaha) yang sengaja masuk ke sekolah buangan itu untuk “menghilangkan” rasa bersalahnya pada Nino. Jadi saat SMP, dia bersahabat baik sama Nino. Cuma, pas SMP, ayah Nino masuk penjara dan Ferris menjauhi Nino. Saat Ferris sadar kalau ia bersikap terlalu pengecut dan menyesal terhadap Nino, dia nekat berhenti sekolah dari sekolah unggulannya, masuk ke sekolah buangan Budi Bangsa itu.

Lalu Mei. Gadis ini cukup dekat dengan Yasmine dan Ferris. Dia harus mengorbankan harga dirinya untuk membiayai biaya operasi ibunya yang sakit tumor. Meski dia tak ingin melakukannya, tapi dia terpaksa melakukannya. Dan Ferris lah yang membantunya untuk berubah.

Karakter yang sangat disukai dalam novel ini adalah karakter Nino si bad boy yang rapuh dan Yasmine yang lembut. Meskipun novel ini tentang anak sekolahan, tapi untuk para mahasiswa tidak akan menyesal kok membaca novel ini. Karena banyak pembelajaran yang dapat diambil dalam novel ini. Novel ini juga mengajak kita untuk jangan pernah menyerah dalam mencapai cita-cita kita. Jika seseorang itu mau berusaha, dia pasti bisa meraih cita-citanya. Tidak pandang apakah dia sekolah di sekolah bertaraf internasional atau sekolah sampah. 





Oleh: Delia, divisi editor

Rabu, 09 November 2011

Resensi Film 'Sang Penari'

Pemain: Nyoman Oka Antara, Prisia Nasution, Slamet Rahardjo, Dewi Irawan, Landung Simatupang, dan Hendro Djarot

Sutradara: Ifa Isfansyah



Sebuah cerita cinta yang terjadi di sebuah desa miskin Indonesia pada pertengahan 1960-an. Rasus (Nyoman Oka Antara), seorang tentara muda menyusuri kampung halamannya, mencari cintanya yang hilang, Srintil (Prisia Nasution).

Cerita berawal ketika keduanya masih sangat muda dan saling jatuh cinta di kampung mereka yang kecil dan miskin, Dukuh Paruk. Namun, kemampuan menari Srintil yang magis menghalangi cinta mereka, karena hal itu membuat para tetua dukuh percaya bahwa Srintil adalah titisan ronggeng. Dan saat Srintil menyiapkan diri untuk tugasnya, ia menyadari bahwa menjadi seorang ronggeng tidak hanya berarti menjadi pilihan dukuhnya di pentas-pentas tari. Srintil akan menjadi milik semua warga Dukuh Paruk. Hal ini menempatkan Rasus pada sebuah dilema. Ia merasa cintanya telah dirampas. Dalam keputusasaan, Rasus meninggalkan dukuhnya untuk menjadi anggota tentara.

Lalu jaman bergerak, di mana Rasus harus memilih: loyalitas kepada negara atau cintanya kepada Srintil. Dan ketika Rasus berada dalam dilema, ia sudah kehilangan jejak kekasihnya. Pencariannya tidak mudah dan baru membuahkan hasil setelah 10 tahun kemudian, nasib mempertemukan Rasus dengan Srintil.

Diinspirasi dari trilogi “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari, kisah cinta yang indah dan menyayat hati ini hadir mulai 10 Nopember 2011.




Oleh: Icha
Sumber: http://www.inicinema.com/

Rabu, 12 Oktober 2011

[RESENSI]: Diary si Bocah Tengil: Usaha Terakhir

Penulis: Jeff Kinney
Penerbit: Atria
Judul asli: Diary of Wimpy Kid: The Last Straw, terbitan Amuled Books, 2009.
Penerjemah: Ferry Halim
Penyunting: Ida Wajdi
Cetakan: VI, Mei 2011
ISBN: 978-979-1411-24-0
217 halaman


Diary si Bocah Tengil: Usaha Terakhir ini merupakan jenis buku terjemahan dan merupakan buku ketiga dari serial novel bergambar Diary of Wimpy Kid. Bercerita tentang kehidupan sehari-hari seorang anak laki-laki bernama Gregory Heffley (biasa dipanggil Greg). Novel ini mengisahkan kejadian-kejadian yang dialami Greg dari bulan Januari hingga bulan Juni. Diawali dengan rencana resolusi tahun baru Greg, yaitu berusaha membantu orang lain untuk memperbaiki diri mereka (karena tidak mudah bagi Greg memikirkan cara untuk memperbaiki dirinya sendiri). Greg adalah anak yang tengil, malas, dan mudah menyerah. Ayahnya, Frank Heffley sangat ingin membuat anak-anaknya manjadi anak yang kuat, tegar, dan disiplin karena dia mengagumi anak-anak bosnya yang senang berolehraga. Oleh karenanya, dia berusaha memaksa Greg ikut sekolah sepak bola hingga mengancam akan mengirim Greg ke akademi militer.
 Salah satu bagian dalam novel ini menceritakan saat Greg menjadi korban iklan yang dia lihat di sampul belakang komiknya. Dia membeli berbagai macam barang yang di dalam iklannya dikatakan akan mengubah hidup secara total. Alhasil, dia membeli mesin pencetak uang yang ternyata hanya alat sulap untuk anak-anak. Dua barang lainnya yaitu kacamata X-Ray ternyata hanya kacamata gelap yang membuat pandangan menjadi kabur dan kendaraan terbang pribadi (yang sama sekali tidak masuk akal).
Cara menulis dalam novel ini layaknya diary dengan pemikiran anak-anak pada umumnya. Novel ini ringan untuk dibaca. Sebuah buku yang dapat menghibur karena ceritanya yang lucu dan ditambah dengan ilustrasi gambar sehingga menjadikan novel ini menarik untuk dibaca.

Oleh: Lina