The Indonesian Living Legend of Youtube Phenomenon: GAC

Bagi sebagian besar anak muda yang menggandrungi situs Youtube, nampaknya nama Gamal, Audrey, Cantika tidak lagi asing di telinga. Berawal dari . . .

The Indonesian Living Legend of Youtube Phenomenon: GAC

Bagi sebagian besar anak muda yang menggandrungi situs Youtube, nampaknya nama Gamal, Audrey, Cantika tidak lagi asing di telinga. Berawal dari . . .

Minggu, 12 Mei 2013

Santai Sejenak di Roti Bakar 88





Menikmati dessert memang sudah sering ditemui di macam tempat. Tapi kalau sudah membahas roti bakar, wuih... Kalian wajib banget mampir ke sini! 


Roti Bakar 88. Cabang yang sudah dibangun sejak Januari 2013 di Lenteng Agung ini ternyata cukup asyik untuk nongkrong sambil menikmati aneka makanan ringan. Ada roti dan pisang panggang, tape bakar, pancake, burger, plus aneka minuman segar seperti milkshake atau frappucino. Harganya yang murah meriah membuat acara kumpul dan nongkrong main asik.

Mau Nobar? Bisa! Roti Bakar 88 menyediakan tempat untuk Nobar di waktu tertentu. Live music pun tersedia di sini.

Untuk roti bisa dipilih, mulai dari isi selai seperti strawberry, nanas, kacang, hingga cokelat, susu, dan keju. Begitu pula dengan aneka tape, pancake, dan pisang bakar yang ditawarkan dengan isi beragam. Harga termahal di kafe tenda ini dipatok Rp 16.500,00 untuk seporsi omelet dan kentang, sedangkan untuk roti, pisang, dan tape bakar berkisar dari Rp 8000,00 - Rp 13.000,00. 

Setangkup roti berukuran sedang dengan jejak gosong di permukaan ini berisikan keju, cokelat meisis, dan susu. Meskipun permukaannya garing, tapi saat digigit roti terasa empuk. Cokelat yang meleleh keluar dan extra topping keju membuatnya tambah enak saja. Menurut si penjual, yang membedakan roti bakar ini adalah roti yang digunakan buatan sendiri dan berdasarkan resep keluarga. 

Untuk pancake terdiri dari dua buah crepes yang digulung dengan isi cokelat meisis dan keju. Pancake ini juga diberi extra topping berupa keju dan cokelat diatasnya. Crepes yang lembut ini rasanya boleh juga meski memang tidak begitu istimewa.

Ada paket yang ditawarkan pula di Roti Bakar 88 ini. Paket tersebut dinamakan Happy Hours (Pkl. 15.30-17.30 WIB) yatu paket roti, indomie, pancake, otak-otak, dan burger/hotdog. Hanya dengan membayar Rp6000, perut Anda sudah cukup kenyang.

Obrolan yang seru sambil menikmati si roti bakar tak terasa akan membuat Anda betah duduk berlama-lama. Buka mulai pukul 15.00 sore sampai 23.00 bikin Roti Bakar 88 jadi tempat hang out dengan teman dan keluarga yang asyik. Nah, penyuka roti bakar, tunggu apalagi?



Roti Bakar 88
Jalan Lenteng Agung Timur, Jagakarsa-Jakarta Selatan
Sebrang Universitas Pancasila



Naskah&Foto: Deasy Amalia

Kamis, 02 Mei 2013

NOSTALGIA BERSAMA SHEILA ON 7 DI SINOFEST XII









"Kupetik bintang... Untuk kausimpan..."

          Sepenggal lagu Melompat Lebih Tinggi melantun merdu dari Duta Sheila On 7. Ratusan orang memadati lapangan parkir Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia untuk bernyanyi bersama band legendaris yang satu ini. Yep! Closing Sinofest XII! 

        Lebih dari 10 lagu dibawakan oleh SO7. Meskipun malam semakin larut, semangat penonton untuk bernanyi tidak padam.

        "It was awesome! Ini pertama kalinya saya nonton SO7 secara langsung. Berhubung saya tahu lagu yang dibawakan SO7, jadi saya bisa sing along bersama penonton lain. Seru banget!," ungkap Tiya, salah satu pengunjung Sinofest XII ini.

           Kehadiran SO7 dalam closing acara ini memang benar-benar mengundang banyak orang. Ini terbukti dengan 1500 tiket masuk yang terjual habis saat acara closing Sinofest berlangsung.

             “Untuk memeriahkan penutupan Sinofest XII, kami sengaja mengundang  Sheila On 7  tentunya untuk menarik para pengunjung. Lagu-lagu Sheila On 7 juga sudah mencakup ke semua golongan. Hal ini bukan berarti kita keluar dari tema nuansa Tionghoa yang kita unsung,“ ujar Andini.

Di hari terakhir (26/4) ini, rangkaian acara Sinofest ditutup dengan lomba story telling berbahasa Mandarin tingkat SMA, lomba makan mie, dan final lomba karaoke berbahasa Mandarin tingkat umum. Malam harinya, disajikan panggung musik dan pesta kembang api yang dimeriahkan oleh band-band ternama kampus seperti BDS rocks, Karolina Band, Hamba Allah Band, Tribute To Sheila dan pastinya Sheila on 7 sebagai Guest Star yang sangat menarik perhatian banyak pengunjung.

         Sinematologi Festival (Sinofest) XII yang diselenggarakan oleh IMSI FIB UI Program Studi Cina pada 24-26 April  2013 berjalan khidmat. Acara yang sudah memasuki umur 12 nya-ini kian menyajikan 7 macam konten acara seperti seminar, lomba debat, pemutaran dan bedah film “ Flowers of War”, lomba karaoke berbahasa mandarin, lomba story telling berbahasa mandarin, lomba fotografi, bazzar dan pameran foto konfusianisme, lomba makan mie, serta ditutup dengan panggung musik dan pesta kembang api. 

        “Tujuan diadakannya acara tahunan Sinofest XII ini tentunya untuk edukasi dan fun. Pengunjung dapat memperkaya ilmu pengetahuan dari acara seminar dan bedah film, kemudian juga mendapatkan hiburan seperti panggung musik dan perlombaan” ungkap Nurmalia Andini selaku PO Sinofest XII.

Adapun harapan singkat  yang diutarakan oleh Nurmalia.“Harapan dari saya, mudah-mudahan Sinofest akan lebih baik lagi, Guest Star nya bisa ngundang dari Cina dan yang pasti lebih dikenal di nasional,” tutupnya.


Naskah: Alifia Rahmaniar, Foto:Deasy, Arinda

Sabtu, 20 April 2013

SINOFEST XII



Masih ada dua hari lagi!


Persiapkan diri kalian untuk mengikuti event termegah dari Ikatan Mahasiswa Sinologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia ini.

Sinologi Festival atau yang biasa dikenal dengan Sinofest akan kembali dilaksanakan tanggal 24-26 April 2013.  Mengangkat tema "Tiongkok Kembali ke Akarnya", Sinofest mencoba mengembalikan mindset semua orang kalau Cina bisa maju hingga kini karena ia tidak bisa terlepas dari akar budaya dan sejarah bangsa mereka yang sangat kuat. 

Acara yang sudah dilaksanakan ke-12 kalinya ini akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu edutainment dan fun. Dalam edutainment, kalian akan disuguhkan dengan adanya pameran Konfusianisme dan pemutaran serta pembedahan film The Flowers of War. Pemutaran film ini akan menghadirkan pembicara yang nggak kalah menarik, lho. Mereka adalah  Rahadjeng Pulungsari (dosen Prodi Cina), Saras Dewi (ketua program studi Filsafat) dan Tino Saroengallo (aktor, produser film, penulis). 

Selanjutnya ada 2 seminar yang akan dilaksanakan. Pertama, seminar "Konfusianisme dan Kebangkitan Tiongkok" dengan pembicara Tuty Mutia selaku dosen prodi Cina, perwakilan dari Kedutaan RRC, dan Ibu Ani Widyani Soetjipto (Dosen HI). Setelah itu, seminar kedua adalah "Konfusianisme dan Bisnis Masyarakat Tionghoa Indonesia", dengan pembicara Bapak Iwan Fridolin (dosen Prodi Cina) dan Ibu Nancy Wijaya (ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa/PITI)

Sedangkan dalam bagian fun, diadakan berbagai lomba dengan hadiah senilai jutaan rupiah, di antaranya ada lomba karaoke untuk umum dan untuk FIB, lomba story telling untuk SMA, lomba debat, lomba fotografi, dan lomba makan bakmie. 

Tak lupa saat penutupan nanti, ada panggung musik dan pesta kembang api yang merupakan puncak dari keseluruhan acara Sinofest dengan menghadirkan band legendaris sepanjang masa, Sheila On 7!

Cukup membayar 20rb untuk early bird dan 25rb untuk on the spot, kalian dapat menikmati suguhan lagu yang selama ini dirindukan oleh masyarakat Indonesia, lho.


Tunggu apa lagi?



Check this out!
Website: www.sinofest.com,
Facebook: Sinofest XII
Twitter: @sinofestXII




Naskah: Deasy Amalia
Foto: Dok. Sinofest

Kamis, 18 April 2013

Dear, Aniki


“Sy, kau tahu tidak? Kak Avin baru saja mengundangku makan malam di rumahnya!!! Menurutmu apa maksud dibalik itu?”

“Serius? Ah kau sangat beruntung, Di. Hmm, menurut artikel yang pernah aku baca, ada kemungkinan dia akan sangat serius sama kau! Mungkin saja dia ingin memperkenalkanmu ke kedua orang tuanya! Aiiih, itu berita yang sangat bagus. Kapan harinya?”

“Hmm, akhir pekan minggu ini, Sy. Aku masih tidak percaya atas ajakan Kak Avin tadi pagi…” kedua bola mata Dinari berbinar-binar. Ada raut kebahagiaan luar biasa terpancar dari sana. Aku turut bahagia. “Oh iya, lalu bagaimana hubunganmu dengan Kak Feji? Ada kemajuankah?”

Perlahan-lahan dapat dipastikan Dinari melihat perubahan raut wajahku.  “Ya, seperti biasanya,” jawabku seperlunya, mencoba tetap tersenyum walau mungkin terlihat sangat kecut.

“Kau yakin? Hey, Sy! Sudah berapa lama kita bersahabat? Aku mengenalmu. Cerita padaku kalau ada masalah…” Dinari menggeser posisi duduknya mendekat ke arahku.

“Entahlah, Di. Mungkin aku sudah sangat jenuh. Aku tidak mundur, tapi majupun juga tidak. Aku dan dia hanya diam di tempat…”

“Tanpa kepastian pula!” sahutnya memotong pembicaraanku. Aku menggigit bibir bawahku, sedikit lebih keras. Kupikir itu bisa mengurangi sedikit rasa sakit di dalam dadaku. “Kau akan bertahan sampai kapan? Kalau dia tidak mau memulai, berarti kau yang harus memulai, Sy. Batu dan batu kalau sama-sama diam, jelas tidak akan ada yang maju kan?”

Aku tertegun. Berkali-kali Dinari menasihatiku dengan berbagai kalimat-kalimat yang justru hanya semakin membuat aku bimbang. ‘Ada hal lain, Di. Fakta lain yang baru saja terungkap. Aku ingin menceritakan ini padamu, tapi kau tampak sangat bahagia hari ini. Aku tidak ingin merusaknya,’ desisku dalam hati. “Aku nggak tahu, Di…” ucapku, menatap Dinari yang sedang menajamkan sorot matanya ke arahku.

“Entah kau ini bodoh atau nggak, Sy. Tapi satu yang pasti, kau adalah orang pertama yang aku kenal, yang bisa bertahan sama perasaanmu selama ini. Ya, aku akui kau cukup hebat. Tapi kau tetap saja bodoh kalau tidak mau bergerak maju!”

“Kau tidak bisa menjamin dia juga punya perasaan yang sama denganku kan, Di? Aku dan dia diikat perasaan sepihak, Di. Aku yang mengikatnya, aku yang terikat sama perasaanku sendiri, tapi perasaan dia bebas, bukan untukku, pasti…”

“Kau terlalu berpikiran negatif, Sy!”

“Aku rasa itu fakta…” aku menghela napas panjang. Sebentar memandang wajah Dinari kemudian menerawangkan pandanganku ke arah langit dan kembali menghela napas. Sekilas teringat jelas kata-kata yang aku tulis rapih di dalam buku catatan harianku tadi malam, tentang Kak Feji.



***

18 Maret 2001

Halo, fighter! Masih berjuang di hati yang sama? Apa masih akan tetap berjuang setelah tahu hal ini? Well, hari ini aku mendapat kabar yang tidak cukup baik. Ternyata aku bukan adik satu-satunya Ji. Baru saja dia cerita bahwa dia punya adik lain, di kota lain pula yang cukup jauh dari sini. Ya, dia pernah cerita sebelumnya kalau dia punya banyak adik. Tapi aku mencoba mengacuhkannya, berharap dia hanya bergurau belaka. Namun, hari ini smsanku dengannya dimadu dengan adik lainnya ahahaha kau kenapa, Sy? Kau hanya adiknya, kenapa menggunakan bahasa dimadu? Kau terlalu menyayanginya ya? Entah… sebelumnya dia juga cerita, tentang adik lainnya di masa lalu. Katanya mereka saling suka tapi entah bagaimana kelanjutannya. Dia tidak menceritakannya terperinci lebih jelas. Dari kejadian itu, aku menarik kesimpulan menakutkan. Ya, aku takut dia punya adik-adik lain lebih dari aku dan si adik yang hari ini dia ceritakan. Dan entah adik mana yang ada dihatinya. Entah adik mana yang bisa meluluhkan hatinya. Entah adik mana yang bisa membuatnya nyaman, seperti dia yang bisa membuatku amat sangat nyaman. Ya, nyaman dan tidak mau kehilangan. Aku tahu, aku bukan adik satu-satunya. Ada banyak kemungkinan dan apakah ini bisa memaksaku menyerah atas perasaanku yang dari awal aku sadari salah? Apa setelah ini aku trauma menjadi adik orang lain? Trauma untuk menempatkan perasaan, takut salah bertahan seperti saat ini?

***

Aku hempaskan peraduanku di senja yang entah mengapa begitu meronakan langit sore ini. Pikiranku bermain-main, menelaah tentang apa yang disebut takdir dan jodoh. Bila bisa sampai bertahan sejauh ini namun faktanya hati tidak terpaut, mungkin ini yang namanya takdir.

Menjadi sebuah hal saat apa yang kita harapkan ternyata menjadi harapan orang lain. Ah, sepenggal bait lagu cinta pertama dan terakhir milik sherina terbesit dalam penggalauanku.

Sebelumnya ku ikat hatiku
Hanya untuk aku seorang
Sekarang kau di sini hilang rasanya
Semua bimbang tangis kesepian

Aku ingat sebuah cerita masa lalu yang sebenarnya enggan aku hadirkan kembali. Tentang sebuah rasa dimana adanya peninggalan bekas yang begitu mendalam sehingga membuatku takut untuk kembali memulai hal yang sama. Tentang cinta, tentang kasih sayang, tentang pengkhianatan dan tentang luka. Aku hanya terlanjur terlalu berbagi, tanpa kejelasan. Namun ketika kejelasan status itu meminta, firasat memaksaku untuk mengacuhkannya. Peraduan antara keinginan dan kenyataan membuatku terhempas begitu jauh. Alhasil, kisah masa laluku menemui masa depannya dan aku terkesan menyakiti diriku sendiri. Dia hanya suka bermain-main dengan perasaan pasangannya.

Traumaku mengalir, menjalar menyusun kepribadian baru. Namun entah takdir Tuhan macam apa, perasaanku kembali diketuk oleh orang lain. Dia kakakku. Ya, kakak yang merupakan teman sebayaku. Tanpa kompromi, kenyamanan dengannya mengalir, menepikan traumaku karena kisah suram masa laluku. Sebulan, tiga bulan, setahun, satu tahun delapan bulan, hingga kini berusia dua tahun tujuh bulan kenyamanan bersamanya seperti menggunung. Aku meragu, namun perasaanku tampak begitu nyata. Dan aku kembali meragu, apakah seluruh nama dan bayangnya dalam thalamusku berujung menjadi solid di depan retinaku? Menjadi utuh? Menjadi tampak sangat jelas dan enggan aku buyarkan kembali karena aku belum siap dan entah akan menjadi siap seperti apa tanpa dia.

Kau buat aku bertanya
Kau buat aku mencari
Tentang rasa ini
Aku tak mengerti
Akankah sama jadinya
Bila bukan kamu
Lalu senyummu menyadarkanku
Kau cinta pertama dan terakhirku

***

“Sy, kekuatanku runtuh…”

“Kau kenapa, Di?”

“Aku merasakan adanya ketidakcocokan antara aku dan Kak Avin setelah semakin sering aku berbincang dengannya.”

“Lalu undangan makan malam waktu itu? Jadi kan?”

“Ah, aku membatalkannya dengan alasan aku sibuk. Tidak, tidak, kau tahu kita sangat sibuk dengan tugas-tugas kita sebulan belakangan ini bukan? Dan, aku menjadikan itu sebagai alasannya. Aku rasa, undangan waktu itu tidak ada maksud terselubung seperti katamu. Faktanya, hatinya masih untuk mantan kekasihnya, Sy…”

Aku terdiam mendengar ucapan panjang lebar dari Dinari. ‘Entah, Di. Aku pun tidak pernah mengerti jalan pikiran laki-laki…’ ujarku dalam hati. “Lalu kau akan berbuat apa?” tanyaku datar.

“Mungkin aku akan menyerah, sebelum perasaan ini jatuh terlalu jauh…”

“Ya, kau benar. Mungkin aku juga akan menyerah, Di…”

“Hey, kau ada masalah apa lagi dengan Ji???” seru Dinari sambil membesarkan kedua matanya ke arahku yang hanya mampu menatapnya sendu.

***

Dinari masih terus memujiku hebat dapat bertahan dengan perasaan tanpa kejelasan sejauh ini. Ya, mungkin dampak traumatik akan masa lalu berhasil membuatku takut memulai. Aku telah mencoba dengan berkata jujur kepadanya. Namun satu hal yang aku pahami, jujur tidak sama dengan meminta, bukan? Kami tetap berbincang seperti biasa, entah bagaimana aku di matanya. Aku tidak pernah tahu dia memandangku dengan sudut pandang seperti apa.

Aku mengacuhkan pendapat Dinari. Dua tahun tujuh bulan hanya waktu yang sebentar jika sudut pandangnya berorientasi pada masa depan. Meski pada kenyataannya, waktu selama itu cukup banyak menimbun kenangan-kenangan yang sulit jika harus dihempaskan dan dikalahkan oleh takdir dan jodoh.

Kami tetap seperti biasa. Biasa seperti selama ini kami pernah kenal. Tidak ada kemajuan, tidak ada kemunduran pula. Dua hal tersebut menimbulkan rasa takutnya sendiri. Ya, aku takut untuk maju, takut belum cukup siap menerima kenyataan. Namun aku juga takut untuk mundur disaat kenyamanan bersamanya selama ini menimbulkan dampak yang luar biasa. Terlebih aku bukan orang yang bisa luwes cerita dan membuat lelucon dengan orang lain meski hubungan kami dekat. Ya, bersamanya aku bisa jadi diriku sendiri. Bersamanya aku bisa nyaman untuk saling berbagi.

Bila suatu saat kau harus pergi
Jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
Karena senyummu menyadarkanku
Kaulah cinta pertama dan terakhirku

Setetes air mata mengalir, menggoda untuk mengalir lebih banyak lagi diiringi lagu cinta pertama dan terakhir milik sherina yang sedang mengalun lewat playlist handphoneku. Mataku membusuk perlahan karena air mataku sendiri. Sorot mataku tajam menatap langit sore ini. Senja perlahan hadir, mengingatkanku pada senja liburanku saat itu. Ketika rindu meluluhlantakkan pertahananku. Aku masih tetap terduduk ditempat seolah menikmati keadaan ini. Kembali hatiku meragu, namun logikaku pun turut berputar seiring bergejolaknya gemuruh dalam hati ini.

Aku ingat senja di sudut pantai Yogyakarta saat itu. Namamu hadir, hembuskan sejuk dan hangat bersama ombak di pesisir. Pijakku di atas pasir putih melebur dalam rindu. Jarakmu dekatkanku pada langit memerah. Bersemu malu. Menatapku dengan relung hati merindu paling dalam. Buah tangan itu telah aku sisihkan. Untuk kamu yang selalu merona saat senja mulai menyapa. Hembus napasku untuk kesekian kalinya. Ada kamu di sana. Namun aku terlalu lemah. Kekuatan pijakanku membawaku untuk menimbun buah tangan untukmu. Biar senja yang tahu… Dan namamu akan selamanya jadi doa untukku. Semoga suatu saat kau menyadari, doa untukmu dan rindu untukmu yang mungkin sudah melebam saat itu.. – Tertanda, adik tanpa ikatan darah pengakuanmu, pengakuan kita.

***



Dikirim Oleh: Chaisa Chairunnisa
Teknik Grafika Penerbitan, Desain Grafis 4B

Selasa, 26 Maret 2013

Accounting Fair 2013, Lebih Istimewa


Accouting Fair (AF) 2013 kembali digelar tahun ini. Berlangsung sejak 19 Februari hingga 8 Maret 2013 lalu,  AF kembali hadir dengan mengangkat tema “Tingkatkan Integritas Keilmuan Bangsa Dengan Aplikasi Ilmu Akuntansi”.  Untuk tahun ini, AF dikemas dengan serangkaian agenda  kegiatan yaitu Olimpiade Akuntansi, Pasar Modal, Accounting Smart Competition, Seminar Ekonomi Syariah, Enterpreneur in Action, dan Book Fair. Acara ini ternyata tidak hanya melibatkan mahasiswa PNJ saja loh, masyarakat umum juga dibolehkan untuk turut berpartisipasi dalam acara rutin tahunan ini.

Salah satunya adalah Olimpiade Akuntansi yang memang khusus diselenggarakan untuk kalangan anak-anak SMA dan SMK di daerah Jakarta dan sekitarnya yang memiliki kemampuan dan ketertarikan dalam bidang akuntansi. Dalam kompetisi ini kemampuan mereka dalam bidang akuntansi dan pasar modal akan diuji. “Acara Olimpiade Akuntansi memang dikhususkan untuk anak SMA dan SMK yang akan dibagi menjadi beberapa tim,” jelas Annisa . Amalia, selaku humas AK Fair 2013

Pembukaan AF sendiri berlangsung pada 19 Februari 2013, AF resmi dibuka oleh Wali Kota Depok, Bapak Nur Mahmudi. “Acara resmi dibuka tanggal 19 maret oleh wali kota Depok, acara pembukaannya juga berlangsung denganbaik dan lancar,” jelas Annisa. “antusias mahasiswa, khususnya mahasiswa akuntansi tahun ini juga semakin meningkat dibandingkan yang lalu.” Tambahnya. 

AF tahun ini memang menyuguhkan berbagai acara menarik yang nyatanya ditunggu oleh semua mahasiswa, tidak hanya mahasiswa akuntansi sendiri. Salah satu acara yag mungkin paling ditunggu-tunggu adalah Book Fair yang secara istimewa menghadirkan penulis yang pastinya sudah dikenal semua orang. Yup, siapa lagi jika bukan Panji Pragiwaksono! Panji hadir untuk membahas buku barunya yang berjudul                .  antusiasme mahasiswa PNJ tergambar dari sesaknya GSG PNJ yang dipenuhi mahasiswa demi melihat Panji.

Selain Book Fair, banyak lagi acara yang juga mendapat antusiasme besar dari seluruh mahasiswa untuk AF tahun Ini. Harapan agar AF 2013 berlangsung lebih lancar dan sukses dibanding tahun lalu juga terwujud kali ini. “Saya berharap AF 2013 ini lebih akan menyatukan mahasiswa PNJ.  Mahasiswa akuntansi khususnya,” tambah Annisa.


Viva Accounting Fair!


Teks: Lanjar Wiratri

Senin, 18 Maret 2013

Malangnya Nasib Anak Jalanan (CERPEN)

Kehidupan ini memang layak untuk dipertanyakan. Hidup ini begitu kejam. Masih banyak orang yang menderita karena kehidupan ini. Masih banyak orang yang belum benar-benar merdeka dari berbagai persoalan dalam hidupnya. Banyak yang harus berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Harus berjuang dijajah dalam kemiskinan yang semakin merajalela dan tak manusiawi.

Seorang anak sudah seharusnya mendapatkan pendidikan yang cukup. Tugas seorang anak adalah belajar menuntut ilmu, bukannya malah bekerja. Dia tak mendapatkan haknya sebagai seorang anak. Hal ini sama seperti yang dialami seorang anak laki-laki bernama Rio. Dia terpaksa harus bekerja untuk menghidupi kehidupannya sehari-hari, sehingga dia tidak bisa bersekolah. Untuk makan sehari-hari saja sulit, bagaimana dia mau sekolah.

“Radit!” seru seorang anak laki-laki bernama Rio, memanggil temannya, sekaligus sudah seperti saudara baginya.

“Apaan sih, Rio?” tanya anak yang bernama Radit itu malas-malasan.

“Dapat berapa hari ini?” tanya Rio balik sambil mengusap keningnya yang berkeringat.

“Seperti biasanya, hanya beberapa lembar.”

“Dit, kamu pernah berpikir tidak sih? Kenapa ya hidup kita seperti ini! Aku ingin merasakan yang namanya sekolah, tapi itu hanya mimpi!”

“Inilah takdir hidup kita, tidak bisa protes! Kita hanya bisa terima dengan terpaksa!”

“Aku iri melihat anak-anak itu. Mereka sangat beruntung bisa sekolah dan hidup dengan layak. Tidak seperti kita!” ucap Rio sembari menunjuk serombongan anak sekolah seumurannya.

“Nggak usah mimpi tinggi-tinggi deh, nanti jatuhnya sakit sekali tahu!” ujar Radit tak mau mempedulikan perkataan Rio. Dia sibuk mengatur korang-koran yang dijualnya.

Rio sendiri tak begitu mendengar ucapan Radit. Matanya masih terfokus pada anak-anak sekolah yang sangat membuatnya iri.

Saat Rio masih memandangi anak-anak itu, salah satu dari anak sekolah itu tiba-tiba berjalan memisahkan diri dari temannya. Anak itu berjalan ke arah Rio dan Radit. Rio bingung melihat anak itu mendatanginya.

“Eh, lo!” seru anak itu dengan tinggi pada Rio.

Rio berdiri dari duduknya di samping Radit. Dia kaget anak itu bicara padanya. Radit juga tidak kalah kagetnya melihat anak itu.

“Ngapain lo ngeliatin gue terus? Naksir lo!” katanya lagi dengan sombongnya.

Dia pun memandangi Rio dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan jijik. Rambut Rio yang kusut, rambutnya kumal, bajunya kotor, dan tubuhnya kurus sekali. Anak itu bergidik jijik melihat Rio.

“Siapa juga yang ngeliatin loe? Kepedean banget lo!” kata Rio kesal melihat kesombongan anak di hadapannya itu.

Anak itu memang seorang perempuan. Pakaian seragamnya sangat rapih dan bersih. Dia pun sangat cantik. Terlihat sekali dari sikap dan tingkahnya, kalau dia anak orang kaya.

“Jangan mentang-mentang anak orang kaya bisa seenaknya! Nggak usah sombong deh!” kata Radit dengan sinisnya.

“Kalian tuh, yang nggak pantas ada di sini! Dasar anak jalanan!”

“Hei! Jangan kabur!” teriak seseorang sambil mengejar pedagang asongan.

“Gawat! Ayo kabur, Yo!” Radit langsung menarik tangan Rio, bergegas pergi dari tempat itu sebelum tertangkap petugas.

“Pak, di sini ada anak jalanan nih! Mereka mau kabur!” teriak anak perempuan berseragam itu membuat Rio dan Radit kesal sekali, karena beberapa petugas mendatangi mereka sebelum sempat lari.

“Bisa diam nggak sih lo?” kata Radit kesal.

“Kalian jangan kabur!” kata salah satu petugas yang berhasil menangkap Rio dan Radit.

“Lepas! Lepaskan kami, kami bukan anak jalanan!” Radit berusaha melepaskan diri dari petugas tersebut.

“Jelas-jelas kalian anak jalanan, ayo ikut ke penampungan untuk ditangani!” Petugas itu langsung menarik kedua anak jalanan yang meronta-ronta melepaskan dirinya.

“Bawa saja sana Pak, biar tidak merusak pemandangan!” kata anak perempuan tadi dengan sinis dan sombongnya.

“Awas lo, dasar gadis sombong!” teriak Rio tak terima pada anak perempuan kaya yang sombong itu.

***

Kantor penampungan dan penanganan anak jalanan, pedagang asongan, pengemis, dan semacamnya. Saat itu penuh sesak karena petugas baru saja berpatroli menangkap mereka. Anak jalanan seperti mereka dianggap meresahkan lingkungan, karena sering berkeliaran di jalanan. Seharusnya anak-anak seusia mereka mendapat hak yang layak mereka dapatkan, yaitu sekolah. Akan tetapi, mereka malah bekerja dan berkeliaran di jalanan. Orang tua mereka membiarkan mereka bekerja bukannya sekolah. Bahkan ada orang tua yang memaksa menyuruh mereka bekerja. Memang banyak juga anak jalanan yang sudah tak punya orang tua. Mereka harus menghidupi diri mereka dengan usahanya sendiri. Itulah mengapa mereka harus berada di jalanan, harus bekerja, bekerja, dan bekerja. Mungkin juga ini dikarenakan kehidupan mereka yang begitu miskin, mengharuskan anak-anak seperti mereka harus bekerja di jalanan. Itulah kejamnya dunia ini. Untuk anak jalanan yang masih mempunyai orang tua, mereka diperbolehkan pulang, dengan syarat orang tuanya datang mengambilnya. Karena memang anak itu masih menjadi kewajiban orang tuanya. Akan tetapi, bagi anak jalanan yang sudah tak mempunyai orang tua, mereka harus rela tinggal di penampungan anak jalanan itu yang sempit sekali.

Berbeda dengan pedagang asongan dan pengemis. Pedagang dihimbau untuk tidak berdagang disembarang tempat, karena memang sudah ada peraturannya. Mereka dilarang berjualan di jalanan, karena dapat menyebabkan kemacetan dan merusak lingkungan. Sedangkan pengemis disarankan petugas untuk tidak mengemis atau meminta-minta di jalanan lagi. Seharusnya mereka mencari pekerjaan yang layak daripada hanya meminta-minta saja.

“Dit, kenapa sih kita malah tertangkap! Kita nggak bakal bisa keluar dari sini!” bisik Rio pada Radit. Sudah dari tadi dia terlihat gelisah. Dia memang sangat tak suka berada di tempat itu. Tempat itu sangat sempit. Dia jauh lebih suka ada di jalanan daripada di tempat itu.

“Sabar deh, sebentar lagi bokap gue datang,” balas Radit dengan berbisik juga.

“Loe bisa keluar, tapi gue? Gue nggak akan bisa keluar!”

“Tenang saja, loe juga bisa keluar bareng gue kok.”

Rio masih belum bisa tenang. Dia takut kalau Radit bisa keluar, tapi dirinya tidak. Temannya itu masih sangat beruntung daripada dirinya, karena dia masih mempunyai seorang ayah. Sedangkan dirinya sudah tidak punya orang tua, keluarga pun tak punya. Selama ini dirinya tinggal bersama Radit dan ayahnya.

“Mana yang namanya Radit dan Rio? Kalian boleh pulang, karena orang tuanya sudah datang!” ujar seorang petugas.

“Kami Pak!” seru Radit senang, akhirnya bisa keluar juga dari tempat meyebalkan itu. “Ayo Rio!”

“Emangnya gue juga boleh keluar, Dit?” tanya Rio agak ragu.

“Loe dengar sendiri kan, ‘Radit dan Rio sudah boleh pulang’. Berarti loe juga ikut keluar.”

“Tapi….”

“Udahlah, nggak usah banyak mikir! Mau keluar dari tempat menyebalkan ini, nggak? Kalau nggak mau, ya nggak apa-apa!”

“Iya, iya pasti maulah!”

Rio dan Radit langsung keluar dari ruangan tempat penampungan anak jalanan yang tertangkap saat tadi ada operasi. Mereka sama sekali sudah tidak betah lama-lama di tempat sekecil itu. Padahal anak-anaknya banyak, tapi tempatnya malah sempit dan kecil.

“Alhamdulillah, Bapak datang cepat. Kita udah nggak tahan di tempat itu lama-lama!” ungkap Radit setelah bertemu dengan Ayahnya dan keluar dari kantor penampungan itu.

Ayah Radit langsung menjitak kepala Radit cukup keras, membuat Radit kesakitan memegang kepalanya.

“Bagaimana sih kalian? Kenapa bisa tertangkap? Biasanya kalian selalu lolos dari kejaran petugas! Dasar payah!”

“Aduh, tadi itu gara-gara ada anak orang kaya sombong, kita jadi tertangkap deh!” gerutu Radit mengingat anak perempuan sombong tadi.

Sedari tadi rio hanya diam, tak mengeluarkan suara sedikit pun. Entah apa yang terjadi pada dirinya. Rio dan Radit bisa saling mengenal sejak 3 tahun yang lalu, saat usia mereka 9 tahun. Saat itu Radit tak sengaja melihat Rio sedang menangis sendirian di stasiun kereta. Radit mendatanginya dengan membawa karung berisi gelas-gelas bekas untuk dijualnya kembali. Entah karena apa Rio ditinggal orang tuanya. Radit tak tgea meninggalkannya sendirian. Radit pun membawanya pulang ke rumah. Ayah Radit juga ikut senang dengan kedatangan Rio. Ia menganggap Rio seperti anaknya sendiri. Radit pun begitu, dia telah menganggap Rio saudaranya sendiri.

“…Kenapa loe dan bokap loe begitu baik sama gue? Kenapa kalian mau menampung gue, padahal hidup kalian sendiri sudah susah! Apalagi ditambah gue, padahal gue bukan siapa-siapa kalian!”

“Kenapa bicara seperti itu sih, Yo?” Radit agak marah karena Rio berkata seperti itu. “Gue udah menganggap loe seperti saudara gue sendiri. Kita udah hidup susah bersama selama 3 tahun. Apa itu belum cukup menunjukkan kalau lo itu bagian dari keluarga gue? Apa lo masih menganggap gue dan Bapak orang asing buat lo?”

“Bukan begitu, Dit. Hanya saja gue merasa nggak enak. Gue selalu menyusahkan kalian. Apalagi saat tadi di penampungan anak jalanan. Bokap lo harus berbohong sama petugas, padahal gue bukan anak bokap lo. Gue bukannya membantu kalian, gue malah menyusahkan kalian. Gue….” Perkataan Rio dipotong oleh Ayah Radit.

“Kamu sama sekali tidak menyusahkan Bapak dan Radit. Bapak sudah menganggapmu sebagai anak sendiri, seperti Radit. Bapak malah senang karena tidak kesepian tinggal hanya berdua dengan Radit. Sejak kedatanganmu, rumah kardus ini jadi ramai. Apalagi dengan kecerewetan dan tingkahmu yang tidak bisa diam, membuat Bapak terhibur. Kalau Radit, mana bisa sepertimu,” ucap Ayah Radit sambil mengelus rambut Rio dengan lembut.

Memang di dunia ini banyak yang tak sesuai dengan harapan. Meskipun mereka hanya orang miskin, orang yang tak punya apa-apa, tapi mereka sudah cukup senang hidup di dunia ini. Walaupun mereka belum mengenal sebelumnya. Bagi mereka kehidupan ini sangat berarti hanya dengan ketulusan hati, walau mereka tak memiliki apa-apa.



Oleh: Delia Fitri Sarah (TGP/Penerbitan 4F)

Akuntansi Peduli (APEL), Wujud Kepedulian Pada Masyarakat



Dalam zaman modern ini, masyarakat selalu dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhannya masing-masing secara penuh. Dari tuntutan keadaan yang seperti ini, timbullah kecenderungan dalam masyarakat sendiri untuk berperilaku individualistis, dimana ia hanya mementingkan dan mengutamakan dirinya sendiri. Masyarakat semakin kurang bahkan tidak peka dengan keadaan lingkungan sekitarnya yang mungkin sangat membutuhkan bantuan, kepedulian dan uluran tangannya.

Dengan semakin banyaknya keadaan seperti ini, kita semakin banyak menemukan keadaan dimana terdapat kesenjangan yang begitu besar dalam masyarakat, dimana masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhannnya sendiri akan semakin “menikmati” kehidupannya sedangkan disisi lain ada banyak masyarakat yang hidup menderita, tidak berkecukupan, bahkan melarat dengan keadaannya.

Kita semua tentunya mengetahui dan mengakui bahwa kita semua diciptakan setara dihadapan Tuhan. Maka walaupun pada kenyataannya kita sulit menemukan kesetaraan itu, akan tetapi adalah suatu hal yang baik dan berguna bagi kita jika kita berusaha untuk menunjukkan bahwa kesetaraan itu benar-benar ada. Nah, salah satu cara untuk menunjukkan keadaan ini adalah dengan menunjukkan kepedulian kita secara nyata pada masyarakat.

Berangkat dari keadaan yang memprihatinkan ini, mahasiswa Akuntansi Politeknik Jakarta melalui program Akuntansi Pedulinya (APEL) berusaha untuk menunjukkan kepeduliannya secara nyata dalam lingkungan kampus. Dibawah naungan Himpunan Mahasiswa Jurusan  Akuntansi (HMJA) kegiatan ini diharapkan akan menumbuhkan semangat kepeduliannya pada masyarakat sekitar.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dari hari Selasa sampai Sabtu pada tanggal 19, 21 dan 23  Maret 2013 ini memiliki lima program, yakni acara donor darah, Khitanan masal, pengobatan gratis, Bakti sosial dan acara Go Green.

Kegiatan pada hari pertama, yakni pada hari Selasa, 19 Maret 2013 adalah kegiatan donor darah. Kegiatan yang akan dilaksanakan di Gedung Serba Guna PNJ ini adalah kegiatan pertama dalam APEL. Dengan sasarannya semua mahasiswa aktif Politeknik Negri Jakarta, kegiatan ini diharapkan mampu mengundang mahasiswa untuk menyumbangkan setetes darahnya pada orang yang mungkin lebih membutuhkan. Dengan slogan “Setetes Darahmu Akan Berguna bagi Nyawa Orang Lain”, mahasiswa diajak untuk mendonorkan darahnya yang kemudian darah yang terkumpul akan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Setelah acara donor darah, kegiatan APEL ini akan berlanjut dengan acara pengobatan gratis dan bakti sosial dan pengobatan gratis yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Maret 2013 yang bertempat di kampung Lio tepatnya di Masjid Unwatussaadah. Kegiatan ini sendiri mempunyai sasaran masyarakat secara umum, yang mana untuk acara pengobatan gratis sendiri, APEL bekerjasama denga Dinas Kesehatan Kota Depok. Dengan acara ini, keluhan masyarakat akan mahalnya biaya kesehatan bisa sedikit diatasi. Sedangkan untuk acara baksosnya sediri, selain akan membagikan sembako, panitia APEL juga mengadakan terobosan baru dengan menghadirkan training motivasi bagi masyarakat yang akan dibawakan oleh Bapak Agil, salahsatu Dosen Fiqih di jurusan Perbankan Syariah Politeknik Negri Jakarta. Hal ini diharapkan masyarakat bisa memetik pesan-pesan dari training motivasinya.

Pada hari ketiga, APEL akan menjalankan kegiatan yang sasarannya ada pada anak-anak, yakni acara khitanan masal dan acara Go Green, yang akan dilaksanakan pada hari sabtu, 23 Maret 2013. Kegiatan khitanan masal sendiri akan dilaksanakan di Kampung Lio, Masjid Unwatussaadah. Selain kegiatan khinatan masal, pada hari ini, bertepatan dengan Hari Bumi Sedunia, APEL akan mengadakan acara Go Green di TK Quran Nurussaadah. Kegiatan ini dilaksanakan di TK (Taman Kanak-kanak) karena dengan adanya kegiatan ini, anak-anak diharapkan  dapat menumbuhkan semangat untuk mencintai bumi, sehingga akan membawa anak-anak ini pada suatu sikap untuk selalu mencintai alam ciptaan Tuhan.

Sebagai mahasiswa yang sedang aktif di dunia perkuliahan, kegiatan peduli seperti ini sangat diharapkan agar kita semua ikut serta ambil bagian dalamnya. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton pasif dari menurunnya rasa solidaritas dan kepedulian dalam masyarakat itu, tetapi kita harus ikut turutserta dan berusaha untuk memerangi sikap individualisme yang mulai muncul.

Di tengah banyaknya hambatan yang ditemui panitia APEL, seperti telatnya proses pencairan dana atau kepanitiaan yang terlalu mepet dengan kegiatan Accounting Fair, kita tentu harus mengapresiasi kinerja panitia APEL, karena toh mereka telah bekerjakeras untuk menunjukkan bahwa sifat kepedulian itu masih benar-benar ada dalam diri mahasiswa. “Berjiwa sosial tidak rugi dan tidak ada yang dirugikan dari tindakan sosial. Kita ini, cepat atau lambat, butuh atau tidak, suatu saat akan membutuhkan bantuan oranglain. Jadi apalagi alasan kita untuk tidak membantu” kata Yoga Pratama, Project Officer acara APEL.

Oleh karena itu, marilah kita ikut serta dalam kegiatan APEL, khususnya dalam kegiatan Donor darah yang mungkin merupakan aksi yang  paling nyata menunjukkan bahwa mahasiswa Politeknik Negri Jakarta masih mempunyai jiwa kepedulian itu.

More info:
Twitter: @APEL2013


Naskah: Yustinus

Warna-Warni Maraknya IEF 2013




International Education Fair (IEF ) 2013 telah diselenggarakan oleh UKM Politeknik English Club (PEC) pada 5-6 Maret 2013 yang bertempat di balairung UI. IEF adalah pameran pendidikan internasional yang menjadi program kerja terbesar UKM PEC. IEF 2013 ini telah menyajikan enam macam konten acara seperti pameran, seminar, talkshow, hiburan, bazar, ICCF (International Culinary and Culture Festival ). Sasaran acara ini seluruh masyarakat umum, khususnya siswa dan mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Tujuan kita adalah menjadi wadah bertemunya para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri  dengan konsultan pendidikan internasional . Yang kedua, kita ingin memajukan pendidikan indonesia menjadi berkelas. Berikutnya, kami juga ingin memperkenal kan budaya internasional  dan juga kulinernya. Maka dari itu dibuatlah satu konten acara yaitu ICCF“  ungkap Danang Obi Purwoko selaku Project Officer IEF 2013

Berbeda dengan tahun yang sebelumnya, kali ini IEF 2013 tampil dengan kemasan yang lebih berwarna, dillihat dari segi kualitas exhibitor yang lebih banyak  dan beragam menyeluruh ke semua benua. Konten tambahan yaitu ICCF ( International Culinery and Culture Festival ), seminar dan  talkshow yang berbasis internasional, juga bazar yang beragam meliputi book fair, lifestyle and macam-macam makanan.

“IEF tahun ini dirasa lebih baik dilihat dari segi maknanya itu sendiri karena orang lebih serius untuk datang ke exhibitor-exhibitornya. Exhibitor pun merasa lebih terfokus karena tempatnya yang nyaman. Juga pada seminar dan talkshownya yang saya rasa memuaskan, dilihat dari jumlah peserta yang banyak. Dan juga adanya doorprice yang menarik di bazar serta banyaknya makanan yang menarik untuk dicicipi.” Ujar Andew Dirgantara ketua dari UKM PEC

Pada hari pertama (5/3), diadakan seminar yang diisi oleh 3 pembicara dengan tema yang menarik, diantaranya Owner and Founder Bloop Endorse dengan tema “ Why Do We Need to Study Abroad?”, safestudy USA dengan tema “ Choosing the Right School to Study at “, dan International Test Center dengan tema “ Things We Need to Study Abroad “.

Di hari terakhir (6/3), diselenggarakan talkshow yang juga diisi oleh 3 materi, diantaranya SAE Institute dengan tema “Creative Industry in Global Education Development”, AMINEF dengan tema “Mechanism Procedure to Study Abroad” dan yang terakhir American and Italian Embassy dengan tema “VISA Affair and World Class Universities from Each Country.”

Acara yang dipadati pengunjung sebanyak 2000 orang ini ditutup dengan membagikan sejumlah doorprice yaitu 100 voucher TOIEC dari ITC, kartu pelajar internasional dari ISIC , diskon 20% Bloop Endorse, kalkulator casio, dan yang terbesar adalah tiket Garuda Indonesia Jakarta Kuala Lumpur-Jakarta dan Jakarta-Singapore-Jakarta.

Adapun harapan singkat dari Obi untuk acara IEF mendatang, “Harapan untuk IEF kedepan: bagi adik-adik PEC yang akan melanjutkan tongkat estafet saya dan teman-teman, semoga IEF ke depannya dapat digelar lagi tentunya dengan mengevaluasi kendala yang lalu-lalu harus lebih baik lagi, lebih banyak pengunjungnya dan bermanfaat untuk masyarakat Indonesia.”

 Sampai bertemu di IEF selanjutnya.


Teks dan Foto: Alifia Rahmaniar

Jumat, 15 Maret 2013

The 8th SPOT (Spirit Pankreas On Art)


SPOT dari UKM Pankreas tahun ini mengangkat tema: Nusantara “Sabang sampai Merauke”. 
Acara ini akan berlangsung dari tanggal 13-17 Mei 2013. 

Terdapat berbagai kategori yang dilombakan dalam SPOT ini, yaitu Festival band, Deklamasi Puisi, dan Lomba Tari Tradisional. Berikut persyaratan untuk mengikuti lomba-lomba dalam acara SPOT yang ke-8

 Festival Band
-          Kategori : Umum
-          Audisi Live
-          Penyisihan : membawakan 1 lagu wajib dari panitia (lagu daerah) di aransemen sebagus mungkin dan 1 lagu bebas.
-          Final: menyanyikan 1 lagu wajib dan 1 lagu bebas
-          No underground.
-          Regist  Rp150.000
-          CP : dinda 083898129220 / Pin: 22DA3545
-          Juara 1 Rp1.600.000 + trophy + sertifikat
-          Juara 2 Rp1.000.000 + trophy + sertifikat
-          Best player @Rp200.000 (vokalis, gitaris, bassis, drumer, keyboardis) + trophy + sertifikat

Lagu Wajib:
Pulau Sumatra                       : Sinanggar Tullo (sumatra utara)
Pulau Jawa                             : Manuk Dadali (Jawa Barat)
Pulau Nusa Tenggara           : Anak kambing saya (NTT)
Pulau Kalimantan                  : Paris Barantai (Kalimantan Selatan)
Pulau Sulawesi                      : O ina ni keke (sulawesi utara)
Pulau Maluku                        : Ayo Mama (maluku)
Pulau Papua                          : Sajojo (Papua)


2   Deklamasi Puisi
-          Perorangan
-          Kategori : Umum
-          Regist : Rp25.000
-          Penyisihan: setiap peserta membawakan 1 puisi
-          Final : membawakan 1 puisi
-          Puisi yang dibacakan adalah puisi yg sudah disediakan oleh panitia
-          CP: Fiydi: 081282974005 / Pin: 2153EC3D
-          Juara 1 Rp250.000 + trophy + sertifikat
-          Juara 2 Rp150.000 + trophy + sertifikat
-          Juara 3 Rp100.000 + trophy + sertifikat

Puisi Wajib:
Sajak sebatang lisong – rendra
Sajak  pulau bali – rendra
Sajak sebotol air – rendra
Yang selalu terapung diatas gelombang – chairil anwar
Tjerita buat dien tamaela – chairil anwar


3     Lomba tari tradisional

-          Perkelompok ( 4-9 orang)
-          Kategori:  umum
-          Regist : Rp150.000
-          Penyisihan : membawakan 1 jenis tari tradisional atau tari kreasi tradisional
-          Final: membawakan 1 jenis  tari tradisional atau tari kreasi tradisional
-          CP: Dinda 083898129220 / Pin: 22DA3545
-          Juara 1 Rp1.200.000 + trophy + sertifikat
-          Juara 2 Rp1.000.000 + trophy + sertifikat

4.       Bazaar
-          Rp 1.000.000/5hari
-          Tenda : 3x3 m
-          Spec: 1 meja, 2 kursi, lampu dan aliran listrik 24 jam
-          Cp: ellysa 085695102004 / Pin: 226EABDF

Note:  Terakhir form pendaftaran dan bukti struk pembayaran via transfer  festival band, lomba deklamasi puisi, dan lomba tari tradisional pada hari Sabtu tanggal 20 april 2013


More Info:
Hanna Theresa 089637053141
Email: spot@ukmpankreas.com
twitter : @spotpankreas


teks: Nurjumilah
foto: dokumentasi Pankreas