Kamis, 18 Oktober 2012

THE 35TH JAZZ GOES TO CAMPUS




Jazz Goes To Campus (JGTC) siap digelar!

Sebagai festival Jazz tertua di Indonesia dan tertua kedua di dunia setelah North Sea Jazz Festival, JGTC kembali hadir dengan berbagai inovasi baru.

Pada tahunnya yang ke-35 ini, nilai utama yang ingin diturunkan oleh penyelenggara JGTC adalah passion. Passion yang dimaksudkan adalah perwujudan dari kecintaan panitia serta sense of belonging terhadap acara ini.

Mengusung tema “Freedom of Jazzpression, JGTC berusaha untuk menggambarkan kebebasan musik Jazz dalam berekspresi,"Fredom of Jazzpression menggambarkan kebebasan musik jazz dalam berkspresi. Ini berarti kami akan menampilkan berbagai sub genre dalam jazz dan menunjukkan bahwa jazz memiliki keragaman." Ungkap Siward Mandira Ludin selaku Project Officer dari JGTC 2012 ini.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, JGTC memiliki beberapa rangkaian acara dan penampilan para musisi lokal atau internasional. Salah satu rangkaian acara The 35th Jazz Goes To Campus tahun ini adalah JGTC Roadshow yang akan menyambangi dua kota di dalam dan luar Pulau Jawa, yaitu kota Malang dan Bali pada tanggal 13 dan 16 November 2012. JGTC Roadshow ini bertujuan untuk memperkenalkan musik jazz sendiri pada khalayak.

Perjalanan panjang dari rangkaian acara JGTC pun akan diakhiri dengan manis pada tanggal 25 November 2012. Pada hari Minggu tersebut, sekali lagi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia akan merasakan kemeriahan The 35th Jazz To Campus Festival. Dengan menampilkan musisi-musisi jazz ternama baik dari tanah air maupun musisi international sebanyak 38 penampil, penonton tak akan merasa jenuh. Panggung JGTC nantinya akan dimeriahkan oleh Orange Pekoe (Japan), Martin Denev (Bulgaria), The Groove, BLP ( Barry Likumahuwa Project ), Kunokini, Tribute to Bubi Chen Project ( Jeffrey Tahalele, Cendy Luntungan, Nesia Ardi / Ines, dan Andi Wiriantono ) dan masih banyak lagi musisi jazz dari tanah air maupun dari international lainnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, JGTC Festival kali ini akan dilengkapi dengan video mapping serta penyediaan jazz museum yang akan menceritakan perjalanan sejarah music jazz, jazz di Indonesia, dan tentunya JGTC itu sendiri. Selain itu, venue pun ajan diperluas.

Dengan dibunyikannya gong secara simbolik oleh Jossy P. Moeis selaku pimpinan FEUI dalam JGTC Opening & Press Conference 17 Oktober lalu, maka rangkaian acara dari The 35th Jazz Goes to Campus telah dimulai.



FEEL THE FREEDOM OF JAZZPRESSION!






Naskah: Deasy Amalia
Foto: Btari Puspita Rini

0 comments:

Poskan Komentar