Jumat, 28 Oktober 2011

Mengenal Animasi Lebih Dekat

gambar: www.google.com
Prinsip Dasar Animasi

Pada pembuatan animasi dibutuhkan sejumlah gambar yang pengerjaannya dilakukan dengan pergerakan gambar (frame) satu per satu. Satuan yang digunakan adalah frame per second/fps(gambar  per detik) yang menunjukkan kualitas animasi yang akan dibuat. Jumlah fps bisa 15, 16, 20, 24 atau berapa saja.
Untuk membuat animasi dibutuhkan sejumlah gambar yang pengerjaannya dilakukan dengan pergerakan gambar (frame) satu per satu. Satuan yang digunakan adalah frame per second/fps (gambar  per detik) yang menunjukkan kualitas animasi yang akan dibuat. Jumlah fps bisa 15, 16, 20, 24 atau berapa saja.



Perkembangan Animasi

1. Animasi Walt Disney
Film-film animasi Disney bukan sekedar memperlihatkan keajaiban ilusi gerak ataupun kecanggihan teknologi semata, tapi juga karena tradisi Disney yang membawa visi bahwa animasi adalah bentuk hiburan yang universal dan tidak akan pudar dimakan waktu, (Snow White & 7 Dwarfs, Pinochio).

2. Animasi Eropa
Cikal bakal perkembangan animasi di Eropa dominan dipengaruhi oleh keberadaan komik-komiknya. Seperti di Perancis dan Swedia yang terkenal dengan komik Doc Martin dan Tintin.


3. Animasi Jepang
Muncul di awal era tahun 1900-an, Animasi Jepang (Anime) telah menunjukkan ciri khas dan karakter yang kuat serta eksistensi yang kemudian malah menjadi preseden bagi kemunculan karya-karya animasi negara-negara lain.

4.  Animasi Indonesia
Sejarah animasi di Indonesia dimulai pada tahun 1970-an, TVRI sebagai satu-satunya stasiun TV di tanah air, telah memberikan kesempatan akan munculnya animasi yang asli dibuat oleh para animator di Indonesia. Hanya sayang hasil karya para animator Indonesia sampai saat ini masih belum bisa membooming seperti halnya hasil karya para animator dari negara lainnya.

 Jenis-Jenis Animasi
Diawal tahun 20-an, popularitas kartun animasi berangsur menurun dan para sineas mulai cenderung mencari alternatif lain sebagai media hiburan. Masyarakat mulai jenuh dengan konsep animasi yang pada saat itu tidak memikirkan story Line dan pengembangan si tokoh karakter. Perubahan besar dimulai pada pertengahan tahun 20-an setelah beberapa perusahaan animasi mengembangkan konsep komersialisasi dimana studio-studio besar mengambil alih studio lokal dan menentukan standar untuk animasi. Hingga saat ini animasi dibagi dalam kategori besar, yaitu:
1.    Animasi stop-motion (stop motion Animation)
2.    AnimasiTradisional (traditional Animation 2D)
3.    Animasi Komputer (computer graphicAnimation 3D)
4.    Kombinasi Animasi


oleh: Donna Aprilia
Gema Artistik
25.10.11

0 comments:

Poskan Komentar