Kamis, 20 Februari 2014

Ramiz Azhar, dari Belajar Menggambar Hingga Menjadi Trainer Hypnotherapist



Hipnotist bukan hanya ilmu untuk melakukan kejahatan. Di tangan seorang mahasiswa, hypnotis dikemas menjadi ilmu yang bermanfaat bagi manusia. Ilmu tersebut belajar mengenal dunia melalui ilmu permainan pikiran serta mengaplikasikannya untuk berbagai kepentingan masyarakat. Ini adalah kisah perjuangan seorang mahasiswa yang membagi pikiran demi kepentingan masyarakat.

“Di sini, dalam kesibukan kehidupan, aku menemukan kenyamanan. Nyaman dalam berbagai hal.” ujar Ramiz Azhar, sang hiptnotherapist yang masih menjadi mahasiswa di Politeknik Negeri Jakarta.  

Segala keputusasaan dan kesia-sia yang telah diperbuat pada masa putih abu-abunya membuatnya terlibat menjadi seorang pelopor bangkitnya sebuah organisasi sekolah. Ia telah mengambil keputusan penting dalam hidupnya, yakni harus meninggalkan rasa malu dan pesimis yang kian mendera dalam dirinya untuk lebih tergugah dalam kemajuan hidupnya. Ia pun mulai berinovasi ntuk melakukan hypnotherapist.

“Saat itu aku hanya memikirkan inovasi yang dapat aku kembangkan yang belum pernah diminati orang lain,” ujar Ramiz.

Keinginannya akan suatu inovasi yang belum pernah diminati orang lain awalnya mendapat larangan dari kedua orang tuanya. Tetapi, setelah dia membuktikan kesalahpahaman mereka dengan rentetan prestasi yang membanggakan akhirnya mereka mengerti.

Belajar hipnotis merupakan hal dasar yang harus dia lakukan untuk dapat menjadi hypnotherapist. Ketertarikannya terhadap dunia permainan pikiran ini membuat dia bekerja keras untuk dapat menguasainya. Saat belajar dari seorang guru yang memahami ilmu hipnotherapist, Ramiz terus mencoba bersahabat dengan ilmu tersebut.


“Belajar Hipnotis ternyata nggak bikin kita bodoh. Malah dengan mempelajarinya, kita mengerti makna yang terpendam dalam kehidupan,” celetuk Ramiz. 

Semenjak berkuliah, dia mulai merangkul teman-teman organisasinya untuk membantunya mewujudkan cita-cita membangun suatu komunitas pecinta hypnotherapy. Awal pelatihan Terapi Sugesti--nama komunitas yang dibentuknya--, ia menjumpai berbagai kendala baik dalam periklanan programnya, maupun dari jadwal pelatihan yang ia bentuk. Namun, ia meyakini diri sendiri bahwa masalah seperti itu akan terselesaikan dengan berjalannya waktu.

Pelatihan-pelatihan yang ia selenggarakan merupakan ajang melatih orang-orang yang berminat dalam dunia hypnotherapist. Yah, kebanyakan alumni-alumni pelatihannya sekarang sudah dapat menyalurkan ilmu yang mereka dapat untuk kebutuhan pribadi maupun sosial.

Ramiz kian belajar dengan tekun tanpa mengesampingkan pendidikan formalnya. Akhirnya, ia meraih gelar informal berupa sertifikasi mengenai hasil belajarnya dalam dunia hipnotis. Bersamaan dengan gelar informal yang dia dapatkan, dia juga mendapat prestasi formal dengan lulus ujian nasional dengan nilai yang membanggakan. Kesanggupannya untuk mengatur dua kesibukannya tersebut merupakan sebuah anugrah tersendiri baginya.

Anak yang terlahir dari pasangan Eni dan Rakidi ini akhirnya memulai kehidupan barunya dengan masuk ke jenjang perkuliahan. “Entah apa yang saya pikirkan saya begitu tertarik dengan gambar, padahal saya belum mahir menggambar,” ujarnya ketika ditanyakan mengenai perasaan sebelum memilih berkuliah di bidang desain grafis.

Dari pelajaran yang didapatnya di kampus itu, ia pun mencoba menggabungkan unsur pendidikan formalnya dengan ilmu hypnotherapist. Metode hyopnotherapist yang ia ciptakan dari kedua unsur yang berkaitan dengan kehidupannya merupakan hyno drawing. Motivasi untuk membantu orang-orang yang tidak menggambar namun dengan cara ini, orang-orang tersebut dapat menghipnosis diri sendiri untuk dapat menggambar.
 
Selain metode itu , sekarang dia sudah membuat audio hypnosis dan video hypnosis untuk membantu orang-orang yang mengalami masalah dalam kehidupannya dengan membuat mereka menjadi relax dalam menajalani pekerjaannya.

“Sampai saat ini, itulah cara saya untuk mengisi kehidupan” pungkasnya mengakhiri percakapan. Seperti itulah dia menjalani kehidupannya. Sekarang yang ia perlukan hanya management waktu menjadi seorang mahasiswa sekaligus praktisi hypnotherapist.
 
 


Naskah: Fajar Winarso

0 comments:

Poskan Komentar