Jumat, 18 Januari 2013

Dialog Terbuka Untuk Bipol yang Lebih Baik



Depok, GEMA—Rabu lalu (16/1), terselenggara sudah diskusi publik terkait Bus Poltek (BiPol). Acara ini diselenggarakan oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Bertempat di Aula lantai 3 gedung Direktorat PNJ, acara ini turut mengundang Bapak Agus (Pudir 2), Bapak Munas (staf Pudir 3), Ibu Sri (kabag Umum), Bapak Muji (bagian Rumah Tangga), serta sejumlah mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta.

Terdapat empat tujuan BEM menyelenggarakan diskusi tersebut. Pertama, mahasiswa butuh revitalisasi jadwal BiPol dengan melibatkan mahasiswa. Karena seperti yang kita ketahui, sering sekali jadwal BiPol tidak sesuai dengan jadwal aslinya. Kedua, optimalisasi enam armada BiPol beserta supirnya. Selanjutnya meningkatkan kesejahteraan para supir BiPol agar lebih baik ke depannya. Dan yang terakhir adalah pihak direktorat PNJ mengadakan pertemuan dengan pihak  UI untuk menyiasati sikap tegas terhadap diskriminatif pelayanan Bis Kuning UI (Bikun) kepada mahasiswa PNJ. Karena, seringkali ditemui mahasiswa PNJ yang diperlakukan semena-mena oleh supirnya.

Acara diawali dengan penjelasan sedikit tentang keadaan BiPol serta kerjasama antar PNJ dengan UI. Pak Muji menjelaskan bahwa terdapat 6 BiPol, tetapi hanya 5 unit yang dipakai; empat untuk mobilisasi mahasiswa, dan satu unit untuk kunjungan industri. Namun miris, satu bus rusak sehingga yang beroperasi hanya empat. Keempatnya juga suka ditumpangi oleh mahasiswa Universitas Indonesia. “Seharusnya Bikun ada yang masuk ke Poltek dari jam pagi, istirahat dan ba’da magrib, namun di lapangan sulit dikerjakan,” ungkapnya.

 Sedangkan soal kontrak dengan UI, Bu Sri mengatakan ada 5 kontrak kerja sama dengan Universitas yang beralmamater kuning tersebut. Yang pertama, asuransi mahasiswa, kedua fasilitas olahraga, ketiga fasilitas kesehatan, keempat fasilitas perpus UI, dan yang kelima fasilitas Bikun. Bu Sri turut menyebutkan, dalam kerjasama dengan UI, PNJ membayar sebesar Rp700.000.000,00 per tahun atau Rp350.000.000,00 per semester. Padahal seringkali mahasiswa yang dikenakan biaya tambahan saat ingin menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut.

Para mahasiswa pun memasang target untuk mengimplementasikan hasil dialog ini hingga 30 hari ke depan. Namun, pihak Direktorat hanya menyanggupi untuk point 1 dan 4 saja, sisanya point 2 dan 3 dilaksanakan dengan tentatif. Kesepakatan ini pun sekaligus menjadi penutup dialog publik pada siang hari itu.

Selama ini BiPol memang dirasa perlu perhatian yang lebih. Semoga dengan diskusi terbuka ini, BiPol bisa lebih baik ke depannya. 

Naskab: Ika Tri Juniarti, Alifia Rahmaniar
Foto: Dokumentasi BEM PNJ

0 comments:

Poskan Komentar