Rabu, 07 Maret 2012

BLACKBOOK: SOSIALISASI HIPHOP MELALUI FILM


foto: Btari Puspita Rini
Suasana @america Pasific Place, Sabtu, 3 Maret 2012 tampak ramai dengan kehadiran sejumlah penggemar hiphop dan rapper-rapper yang memeriahkan sebuah pemutaran film dokumenter HiphopIndo yang berjudul #BLACKBOOK. BlackBook Indonesian Hiphop Documentary ini merupakan sebuah film dokumenter yang menceritakan pergerakan scene Hip Hop di Indonesia dari era 90-an hingga sekarang, serta dari hal yang masih asing sampai menjadi sangat familiar di Indonesia. Film ini dipersembahkan untuk menghormati para pelopor, artis, dan generasi masa depan.


foto: Btari Puspita Rini
Acara yang merupakan bentuk kerja sama  antara Hiphopindo.net dan Cineprime TV ini tidak hanya menyuguhkan sebuah pemutaran film, tetapi terdapat pula diskusi bersama Ferri Yuniardo selaku Sutradara Film #BLACKBOOK, John Parapat, dan Herman Kumala Panca. Selain itu, penonton juga dihibur dengan aksi panggung dari Problemz, 8Ball, Arvisco ‘Zero One’, Zamzam ‘rap Cianjur’, dan AntzKilla+Run BDG.

Dalam film dokumenter tersebut, tampak sejumlah rapper-rapper yang menjadi pioneer dalam pergerakan Hip Hop di Indonesia seperti Iwa K, Ras Muhammad, Mizta D, Erik dan Doyz, Saykoji, Soul ID, Pandji, John Sweet Martabak, Ucok Homicide, dan masih banyak lagi. Sejak awal pemutarannya, film ini mendokumentasikan perjalanan hiphop di Indonesia dari sejak zaman Iwa K hingga sekarang. Tak hanya itu, ditayangkan pula bagaimana perjuangan Erik dan Doyz saat dulu membangun Black Kumuh. Lalu, di sini juga bisa dilihat klarifikasi hal apa yang sebenarnya mendasari isu ”Hiphop sudah mati” antara Homicide dan Xcalibour yang masih menjadi buah bibir kalangan hiphop Indonesia sampai sekarang.

foto:Btari Puspita Rini
Kekuatan yang paling mencolok dari BlackBook ini adalah betapa banyaknya dokumentasi yang dimiliki sebagai landmark dari pergerakan hiphop di Indonesia. Kemudian, footage dan interview yang dilakukan dengan sendirinya menjadi pemandu ke arah mana alur ”cerita” film ini akan dibawa. “Film ini benar-benar light the fire” kata Iwa K. sesaat setelah menyaksikan film tersebut.

Ferri sendiri mengatakan bahwa belum ada rencana untuk mendistribusikan film ini dalam bentuk DVD. Ia menjelaskan bahwa fokus utamanya adalah melakukan screening film ini ke daerah-daerah yang dikombinasikan dengan acara komunitas hiphop setempat. Ia pun berpesan agar dari generasi baru kali ini bisa bikin sesuatu yg lebih “nendang”. 

Teks: Deasy Amalia

0 comments:

Poskan Komentar