Senin, 05 Oktober 2015

Seminar: MAGIC-O RADIO by Binus University

MAGIC-O RADIO
Lets Get Be Witched by The Broadcasting World


BVoice Radio adalah salah satu media informasi audio BINUS University yang berdiri sejak tahun 1997. Dalam rangka penerimaan mahasiswa baru BINUS University tahun ajaran 2015/2016, panitia BVoice Radio angkatan tahun 2014 bermaksud mengadakan Seminar Broadcast Knowledge XIV dengan tema “MAGIC-O RADIO”.

“Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia radio dan untuk berbagi pengalaman antara pembicara dengan pendengar atau mahasiswa baru dan juga mengarahkan Binusian 2019 untuk menjadi pribadi yang professional khususnya di bidang broadcasting,” ujar Arif Rahman selaku Station Manager Bvoice Radio 2015.

Sesuai dengan temanya, pada seminar MAGIC-O RADIO tahun ini, diharapkan peserta dapat tersihir dan menjadi tertarik masuk ke dalam dunia radio. Seminar tersebut dilaksanakan Sabtu, 3 Oktober 2015, pukul 13.00 sampai 17.30 WIB. Bertempat di Auditorium Binus University, Kampus Anggrek.

Dengan membandrol harga tiket masuk sebesar Rp50.000, penonton juga mendapat makan siang, gelang, dan tabloid Femina. Serta mendapat hiburan dari beberapa bintang tamu yang turut meramaikan acara ini, yaitu Amanda, Segera, dan SoulVibe.




Sesi pertama dengan tema “Dare to Dream” diisi oleh tiga orang pembicara yang merupakan alumni BVoice Radio, yaitu Kresna Julio dari Prambors, Reza Alqadri dari Hits FM, dan Sahil Mulachela dari Indika FM.

“Berani untuk bermimpi? Menurut gue, dan ini adalah satu dari sebagian kata-kata yang paling gue inget dari senior di BVoice dulu, kalian nggak boleh takut untuk bermimpi. Kalau bermimpi aja takut, itu tandanya kita nggak akan berani bangun. Kalau bangun aja gak berani, kita nggak pernah ngerasain jatuh, dan kalau kita nggak pernah ngerasain jatuh, kita nggak akan tahu bagaimana perjuangan untuk bangkit,” jawab Kresna.

Sesi kedua dengan tema “Enrich Your Broadcasting Knowledge” diisi oleh dua pembicara dari Announcer Trax FM yaitu Surya dan Molan.

“Nggak ada cara untuk memperkaya ilmu broadcasting selain banyak ngobrol dengan orang-orang dari berbagai kalangan. Karena dengan cara itu, empati lo akan semakin terasah. Sebagai penyiar, jangan hanya mau di dengar tapi lo harus mau dan harus bisa jadi pendengar yang baik,” ujar Surya.


Oleh Nanda Febriani
Fotografer: Awita Ekasari Larasati

0 comments:

Poskan Komentar