Selasa, 13 Oktober 2015

Westernisasi Sampai Lupa Bahasa Sendiri

Dewasa ini, Indonesia sedang larut-larutnya dalam arus globalisasi dan salah satu yang dibawa oleh arus globalisasi adalah proses westernisasi. Lalu apa itu westernisasiWesternisasi merupakan penyerapan adat dan budaya bangsa barat oleh bangsa timur. Proses tersebut membawa banyak perubahan, baik maupun buruk.
Dahulu negara kita memang pernah dijajah bangsa barat, mungkin itu menjadi salah satu faktor yang menguatkan proses westernisasi masuk ke dalam segi-segi kehidupan bangsa Indonesia. Apalagi zaman sekarang, proses westernisasi semakin mudah terjadi karena arus globalisasi dan kemajuan zaman. Hal apapun dapat tersebar ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat karena di zaman sekarang, meng-global bukanlah mimpi di siang bolong.
Contohnya, dalam bidang berbahasa. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri ada banyak bahasa yang notabene merupakan serapan dari bahasa Inggris, bahasa Belanda, ataupun bahasa bangsa barat lainnya. Pengaruh proses westernisasi dalam bidang kebahasaan memang sangat kuat. Bahkan bisa kita lihat saat ini di media sosial yang sedang tren di kalangan anak muda, mereka selalu bangga dan dengan mudahnya menggunakan bahasa asing di setiap post yang mereka bagikan. Ironisnya lagi, beberapa anak muda di Indonesia pun lebih fasih berbahasa asing daripada bahasa bangsanya sendiri.
            Proses westernisasi dalam arus globalisasi yang begitu deras menerjang zaman telah merenggut identitas bangsa secara perlahan. Padahal dalam naskah Sumpah Pemuda yang merupakan tonggak kemajuan bangsa dari penjajahan, dijelaskan bahwa para pemuda dan pemudi mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia. Namun, kenyataannya sekarang para pemuda dan pemudi lebih nyaman menggunakan bahasa asing, bahkan lupa bahasanya sendiri. Zaman sekarang para murid-murid pun lebih bangga jika nilai bahasa Inggris lebih besar daripada nilai bahasa Indonesia. Bahkan jurusan sastra Indonesia di beberapa universitas, sering dianggap sebelah mata. Sungguh ironi negeri ini. Seharusnya kita bisa mengikuti negara Prancis, di mana para rakyatnya bangga untuk berbicara dan mempertahankan bahasa Prancis, bahasa nenek moyangnya sendiri.
            Memang, bahasa asing apalagi bahasa bangsa barat dapat menunjang berkehidupan dalam zaman global saat ini, khususnya dalam bidang karir. Bangsa barat merupakan bangsa adikuasa di dunia. Banyak perusahaan dari bangsa barat yang telah mendunia dan membutuhkan banyak karyawan yang bahkan diwajibkan untuk fasih berbahasa Inggris. Selain itu, di era kemajuan teknologi seperti ini, kita juga diharuskan untuk fasih berbahasa asing sebagai penunjang agar mengerti bahasa untuk menjalankan program pada alat teknologi yang dibuat, yang umumnya memang banyak dibuat oleh bangsa barat.
Namun, sudah seharusnya kita tidak boleh menelantarkan bahasa Indonesia. Kita harus kembali ingat, bagaimanapun juga bahasa Indonesia merupakan salah satu pemersatu bangsa. Dengan bahasa Indonesia pula kita bisa memproklamirkan kemerdekaan bangsa. Jangan terlalu mendewakan bahasa asing dalam berucap karena salah satu identitas suatu bangsa adalah bahasanya. Maka dengan melestarikan bahasa Indonesia, kita telah mewujudkan nasionalisme dengan cara yang sangat mudah.
Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? Sudah seharusnya kita lebih bangga berucap dan berbahasa menggunakan bahasa nenek moyang kita sendiri. Tunjukan dan junjung tinggi identitas bangsa. Gunakanlah bahasa asing pada tempatnya dan tetap lestarikan bahasa Indonesia, bahkan dalam obrolan santai ataupun dalam post yang kita bagikan di media sosial.

Oleh Herdi Alif Al Hikam



1 comments:

berbahasa satu, bahasa Indonesia :)) http://lukiskata.blogspot.co.id/

Poskan Komentar