Sabtu, 25 Februari 2012

Dunia Kehilangan Whitney Houston


 

Meninggalnya diva musik Amerika Whitney Houston, menimbulkan keterkejutan dan penyesalan mendalam kalangan industri musik dunia. Whitney meninggal dalam usia 48 tahun, pada tanggal 11 Februari 2012. Sebelumnya dia mencoba kembali ke panggung musik setelah bertahun-tahun terpuruk dalam jeratan obat-obatan terlarang, kebiasaannya itu menghancurkan salah satu penyanyi terbaik dunia.
Selain mengejutkan kalangan industri musik dunia, berita meninggalnya Whitney datang di malam menjelang perayaan bagi insan musik Grammy Award 2012. Meninggalnya Whitney memengaruhi acara tersebut. Ada sejumlah perubahan jadwal acara Grammy Award yang diselenggarakan hari Minggu malam, 12/2 waktu Amerika. Pada malam penganugerahan itu terdapat persembahan untuk mengenang musisi dunia yang telah meninggal dunia, terutama Whitney Houston. Pada akhir acara Grammy Award Jennifer Hudson -penyanyi eks finalis American Idol- menyanyikan ulang ”I Will Always Love You” dalam segmen khusus mengenang Whitney.
Penyebab meninggalnya Whitney dikarenakan pola hidup yang penuh kontroversi, perokok berat, dan mengkonsumsi narkoba. Sebelum meninggal Whitney diminta dokter pribadinya untuk segera mengubah gaya hidupnya agar berhenti merokok, jika masih ingin bertahan hidup. Whitney didiagnosa mempunyai emfisema di tubuhnya, semacam penyakit paru-paru kronis, penyebab utamanya adalah rokok.
Di kamar hotel Whitney meninggal ditemukan beberapa botol pil obat-obatan. Beberapa di antaranya ternyata sama dengan yang digunakan King of Pop Michael Jackson. Whitney mempunyai ketergantungan dengan obat penenang, seperti Lorazepam, Valium, Xanax, dan obat tidur lainnya. Whitney  mempunyai kebiasaan meminum pil Xanax setiap kali akan manggung untuk mengurangi kegugupan. Memang malam sebelumnya Whitney sempat mabuk dan berpesta. Namun, tak ditemukan alkohol di kamar hotelnya. Kombinasi alkohol dan Xanax dapat berakibat fatal bagi tubuh Whitney. Ia diduga pingsan dan terjatuh ke dalam bathtub. Meski demikian, pihak kepolisian dan forensik belum bisa memberikan keterangan penyebab meninggalnya Whitney.
Whitney Houston dianggap sebagai salah satu penyanyi perempuan paling sukses di dunia. Dia mengeluarkan sejumlah hits termasuk I Will Always Love You dan Saving All My Love For You yang sukses di seluruh dunia. Namun belakangan karier cemerlangnya meredup bersamaan kegagalan pernikahannya dengan penyanyi rap Bobby Brown.






Teks: Delia Fitri Sarah
foto Ilustrasi: www.google.com

Dikutip dari Wall of News GEMA edisi Februari 2012

0 comments:

Poskan Komentar