Sabtu, 11 Februari 2012

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan

www.google.com

Banyak orang yang tidak menyukai kesendirian, karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan melelahkan. Ternyata hal remeh ini bisa menjadi masalah besar bagi sebagian orang. Apakah kita termasuk yang demikian? Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran, sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan. Kesendirian bisa memiliki dua makna. Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya, tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk perasaan saja. Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun merasakan kesunyian dan kesendirian. Mungkin kita pernah mengalami hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan sahabat, teman, keluarga, pacar, dan lain sebagainya.
Satu hal yang perlu diingat, kesendirian dengan arti apa pun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap, dan segala situasinya. Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih bermakna? Lakukan hal berikut :
1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif yang sangat disukai, misalnya dengan membaca,     menulis, olahraga, menyanyi, dan sebagainya. Apa pun kesukaan kalian. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih menyenangkan.
2. Ingat-ingat kembali hal yang menjadi impian kamu dan belum sempat dilakukan. kamu bisa     membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto zaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya. Percaya, cara ini akan menyadarkan kalian akan sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya. Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan?
3. Buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin diwujudkan selagi masih hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali 'keinginan gila' saat kalian masih kecil, atau mimpi-mimpi lain yang belum terlaksanakan. Saat itu kalian akan sadar, ternyata banyak sekali hal yang memerlukan kesendirian untuk mewujudkannya.
4. Dan yang terakhir, sebenarnya ini merupakan hal ‘utama’ dan yang pertama yang harus kalian lakukan, yaitu mendekatlah kepada Yang Maha Esa. Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat     keberadaan kamu di dunia.    
Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin kokoh kemampuan kamu mengarungi kehidupan, dengan segala situasinya.   Intinya, jangan biarkan diri kamu terjebak dalam kesendirian dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya berlarut-larut, hingga membuat putus asa. Kalau kamu mau membuka mata, kamu sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar kamu. 
Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa kamu jadikan teman, dan diajak bicara. Jika kamu mau terbuka, dalam kesendirian kamu bisa merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian kamu bisa menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian, dan memaksimalkan potensi yang kamu miliki. Dalam kesendirian pula kamu bisa mengungkap kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh kesombongan dan ego yang seringkali kamu temukan di keramaian! Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan saja kepada setiap orang, termasuk kepada diri kita sendiri. Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini kamu sedang dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri', kamu harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya mematikan! Kelolalah perasaan kamu dengan baik, dan buatlah kesendirian menjadi lebih bermakna.



Sumber: Surat Kecil untuk Tuhan
Oleh Delia, divisi editor

0 comments:

Poskan Komentar