Kamis, 20 Oktober 2011

Aksi Damai BEM SI "Indonesia Berkabung"

Indonesia berkabung, tidak hanya mahasiswa dari aliansi BEM SI yang merasakan, mahasiswi pun ikut turun ke jalan dan ikut merasakan.
JAKARTA - Aksi mahasiswa dalam rangka menilai pemerintahan SBY-Boediono kembali digelar pada Kamis, 20 Oktober 2011 di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Pada hari yang sama pula, terdapat 17  aksi masa yang titik kumpulnya sama-sama di HI. Peserta aksi tersebut berjumlah kurang lebih 1000 orang. Mahasiswa yang mengikuti aksi ini berasal dari Universitas Gajah Mada, Universitas Dipenogoro, Universitas Soedirman, Universtias Padjajaran,  Universitas Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Malang, dan masih banyak lagi. 

Agitasi massa untuk persiapan long march menuju Istana Negara.
Aksi ini bukan bertujuan untuk menanggapi masalah reshuffle kabinet yang terjadi akhir-akhir ini, tetapi aksi mahasiswa tersebut ditujukan untuk memperingati tujuh tahun pemerintahan SBY serta dua tahun pemerintahan SBY dan Boediono. Pemerintahan SBY dinilai telah gagal dalam mengatasi berbagai hal di berbagai sektor seperti bidang ekonomi, pendidikan, kemiskinan, harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, dan penegakan supremasi hukum. 

Aksi demonstrasi aliansi mahasiswa itu juga diwarnai perang spanduk dan plakat yang isinya mengencam lemahnya kinerja pemerintahan dan berisikan bahwa pemerintahan SBY-Boediono gagal. Para mahasiswa juga memberikan orasi dan ber-statement. Aksi ini berjalan lancar, damai, dan tidak anarkis. 

Pemberian instruksi untuk long march menuju Istana Negara.
Seluruh kalangan masyarakat sangat berharap kepada SBY-Boediono serta pemerintah yang lain untuk lebih memerhatikan nasib rakyatnya. Presiden SBY belum menunjukkan keseriusan untuk mengusut tuntas kasus korupsi, bahkan beberapa koruptor mendapatkan grasi (pengampunan) dan masih bisa-bisanya bersenang-senang diatas penderitaan rakyat. "Setelah diadakan aksi ini, diharapkan kepada SBY agar kembali sadar akan janji-janjinya yang telah diucapkan untuk membenahi Indonesia dan KKN harus diberantas secepat mungkin," tutur Dadan Gandara, selaku ketua BEM Politeknik Negeri Jakarta.

oleh: Deasy
foto: Ergin Tarigan, TGP '09


0 comments:

Poskan Komentar