Sabtu, 29 Oktober 2011

Manajemen Waktu untuk Menulis


Banyak orang sering mengeluh tidak punya waktu luang untuk menulis. Nah buat kalian yang juga merasa tidak punya waktu luang untuk menulis, tips ini jawabannya! Jangan sampai kita produktif menghasilkan alasan bukannya produktif menghasilkan tulisan, okeee?

1.   Luangkan waktu! Bukan menunggu waktu luang!
      Menulis butuh komitmen, kalau mengandalkan waktu luang yaa pasti nggak bakal nulis-nulis, jadi rumusnya... harus meluangkan waktu! Masa sih kalah sama para penulis atau wartawan yang udah berkeluarga, punya anak, punya kerjaan bejibun, pergi ke mana-mana, tapi bisa tetap menulis! Sesibuk apa pun kita, pasti tetap punya waktu luang kan?

2.   Menulis di tengah-tengah aktivitas rutin! 
    Yang namanya rutinitas itu melelahkan, jadi.... selingi saja dengan aktivitas menulis! Misalnya, saat sedang mengerjakan tugas kuliah, misal mata kuliah akuntansi, ditugaskan membuat laporan keuangan laba/rugi, ambil jeda sejenak, tuliskan uneg-uneg yang mengganjal di hati! Misal: "Lagi buat tugas laporan laba/rugi suatu perusahaan nih, menurut aku... mestinya tiap diri kita pun buat neraca laba/rugi amalan sehari-hari, jangan baru tau diri sendiri merugi pas udah ketemu malaikat!"

     Simpel kan? Tapi tulisan tersebut bisa membuat kita lebih memaknai rutinitas kita.
    Atau saat sedang makan siang, tuliskan ada kejadian apa aja sih selama perjalanan menuju tempat jajan! Contoh: "Menuju ke tempat nongkrong langganan untuk makan siang, aku ketemu tukang batagor yang gantengnya mirip Morgan Smash! Aku beli batagornya, eeh nggak taunya rasanya aneh banget, nggak seenak ngeliat muka abangnya, dasar cuma jual tampang! Bukan jual batagor..."

     Percaya deh! Kelak, tulisan-tulisan spontan dan ringan ini justru akan menjadi sumber ide berharga buatmu. Meski hanya tulisan kecil yang tak begitu penting, tapi jika dilakukan setiap kali pasti akan membuatmu terbiasa. Bahkan bisa saja mendapatkan tulisan yang penting dan berharga. Jadi tulislah apa yang dilihat dan dialami sendiri!

3.   Setiap hari siap dengan pulpen dan buku di saku!
     Kalau nggak punya saku? Ya, simpan di tas!
    Ah, ribet... masa mesti bawa buku-pulpen ke mana-mana! Ya sudah, pergunakan  memo di HP-mu untuk menulis! Permudah saja, jangan dipersulit! Oke? Intinya adalah, kamu tetap bisa menulis di mana pun dan kapan pun, nggak perlu nunggu nanti.

     Tau kan bedanya manusia sama komputer?
     "Kalo komputer ada tombol ENTER, kalo manusia... adanya ENTAR!"
     Kalo entar-entar terus, kapan nulisnya?   

4.   Menulis sebelum tidur!
    Setelah seharian beraktivitas, kita bisa meluangkan 10 menit sebelum tidur untuk menulis sejenak. Jangan lupa... manfaat menulis bisa bikin awet muda dan juga buat terapi hati loh! Jadi manfaatkan menulis untuk membersihkan lagi diri kita sehingga fresh esok harinya!

5.   Menyengaja menulis di tengah malam!
     Setelah Tahajud, bagus banget tuh kalau kita manfaatin juga untuk menulis! Ide-ide cespleng sering mondar-mandir di sepertiga malam ini! Internetan aja lancar malem-malem... syaraf otak kita juga lancar tuh, apalagi kalau sebelumnya doa dulu agar dipermudah dalam menulis apa pun yang ingin ditulis.

6.   Menuliskan apa yang sedang kita minati!
    Rumus utama dalam melakukan sesuatu adalah “Cintai apa yang kau lakukan!”
    Tapi kalau ternyata kita nggak bisa se-ideal itu, yah sudah di balik saja... “Lakukan    apa yang kau cintai!”
    Mencintai sesuatu sama saja kita menaruh minat pada hal tersebut, jadi... alih-alih menganggap aktivitas menulis sebagai beban sehingga kita selalu beralasan "nggak punya waktu", lebih baik  menjadikannya hal-hal yang saat ini sedang amat kita cintai/minati ke dalam sebuah tulisan!
     Misalnya saat ini kita lagi tertarik banget dengan yang namanya gempa dan tsunami, ya sudah tulis saja tentang hal itu! Atau, kebetulan kita lagi ingin banget punya pacar tapi belum dapet-dapet juga, ya udah... tulis aja tentang "Detik-detik penantian seorang kekasih", hehe... :D
    Bagi peminat musik, tulislah tentang musik! Bagi peminat komik, tulislah sesuatu tentang komik, misalnya... manfaat komik dalam membangun mental pembacanya, atau... tulis fiksi mengenai penggila komik yang mendapat banyak pengetahuan justru dari komik, bukan dari buku pelajaran (nah loh...), itu cuma contoh loh! :D

     Yang jelas, menulis itu asyik, jadi tulislah apa yang menurutmu asyik untuk ditulis!

Yess! Nulis aahh...

Sumber : Annida online
Atau catatan Facebook 'Uda Agus Githu Lho’

oleh Delia, divisi editor

0 comments:

Poskan Komentar