Jumat, 28 Oktober 2011

Rest In Peace, Simoncelli....


Tragedi besar yang sangat menghebohkan pada hari Minggu (23/10) di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia menimpa pembalap asli Italia, Marco Simoncelli. Pembalap yang lahir di Cattolica, Italia, 20 Januari 1987 ini dinyatakan tewas setelah sempat diarawat di Medical Center Sepang. Simonceli tewas pada pukul 16.56 waktu setempat.


Simoncelli terjatuh di tikungan 11 pada lap ke-2 dan langsung
dihantam  oleh Collin Edwards dan Valentino Rossi.
Pada awal pertandingan, empat pembalap Honda langsung berada di depan setelah lampu merah padam. Stoner, yang start dari urutan kedua, berhasil mendahului Pedrosa, disusul Andrea Dovizioso, dan Simoncelli. Hanya satu lap saja, Stoner sudah unggul lebih 1 detik dari Pedrosa. Namun di posisi keempat, terjadi pertarungan seru antara Simoncelli dengan AlvaroBautista. Mereka saling mendahului dalam berbagai kesempatan, sebelum tragedi naas yang menimpa pembalap asli Italia itu. Saat memasuki lap kedua di tikungan ke-11, Simoncelli tergelincir dan berada tepat di depan Rossi dan Edwards yang melaju kencang. Akhirnya, Rossi dan Edwards menghantam leher dan badan Simoncelli. Akibat insiden itu, helm Simoncelli terlepas dan dia mengalami luka parah di kepala, leher, dan dada. Lalu Edwards juga mengalami dislokasi bahu dan terseret keluar trek. Sedangkan Rossi selamat karena mampu menguasai motor sehingga hanya melebar ke luar trek dan tunggangannya mengalami rusak ringan. Red flag pun dikibarkan dan balapan dihentikan.

 Simoncelli mengawali karirnya di dunia balap motor profesional ketika ia menginjak usia 9 tahun di ajang Italian Minimoto Championship. Tahun 2001 ia pun hengkang ke ajang European 125cc dan mengamankan titel juara di tahun 2002. Pada tahun 2002 ia kemudian memulai karirnya di ajang MotoGP. 

Menurut Gardner, pembalap legendaris MotoGP di kelas 500cc, MotoGP merupakan olahraga penuh risiko dan kematian Simoncelli merupakan sebuah konsekuensi dalam setiap balapan di mana segala sesuatunya bisa saja terjadi di luar kendali. Semasa Simoncelli hidup, ia dikenal dengan karakter balapnya yang cukup garang dan agresif. Ia sering mengalami kecelakaan dan sering juga membuat celaka orang lain, contohnya saja Lorenzo dan Pedrosa. Pedrosa sempat mengalami cidera di bahu kanannya akibat keagresifan Simoncelli. Sedangkan ia juga nyaris membuat Lorenzo terjatuh dan gagal meraih kemenangan di seri terakhir musim 2010.

Penggemar balapan roda dua dan seluruh masyarakat di muka bumi awalnya memang tidak menyangka, tragedi besar di kasta para Raja roda dua di musim ini terjadi menimpa Simoncelli di GP Malaysia. Rest In Peace, Simoncelli. You are a legend to us.




Oleh: Deasy Amalia

0 comments:

Poskan Komentar