Sabtu, 15 Oktober 2011

Bukan Sekedar Kata

Mungkin ketika ada orang lain yang tingkahnya menjengkelkan, kita akan berkata, "Enggak punya sopan santun banget, sih!". Kalimat ini juga sering tidak diacuhkan oleh orang tersebut. Bagaimana kita menanggapi situasi seperti ini? 

Sopan santun memang mudah diucapkan, tetapi sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang. Masyarakat Indonesia terkenal akan sopan santunnya. Namun, belakangan ini, kita sering melihat peristiwa-peristiwa yang memang di luar sopan santun. Masih hangat di dalam kepala kita tentang peristiwa tawuran dan pengeroyokan wartawan yang dilakukan oleh siswa SMA, pejabat negara yang tidur ketika menghadiri rapat presiden, seorang anak membunuh/menganiaya orang tua atau sebaliknya. Selain itu, contoh kecil di sekitar kita misalnya, merokok di tempatumum, membiarkan wanita hamil/tua berdiri di dalam bus, menerima telepon saat makan bersama orang tua, dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. 
Sopan santun sebenarnya telah diajarkan sejak dini di diri kita, terutama dalam keluarga. Lalu di sekolah pun kita mendapatkan pengajaran sopan santun. Kembali ke contoh di atas, kita akan berfikir kenapa seorang murid SMA yang memang pasti tahu akan sopan santun, bertindak seperti itu? Para pejabat negara yang menjadi sorotan masyarakat, bersikap seperti itu? Apakah mereka lupa akan sopan santun?

foto: www.google.com
Seharusnya kita menanam sopan santun di diri kita sejak dini. Tidak hanya diucapkan, tetapi juga diterapkan di kehidupan kita. Sopan santun tidak hanya dalam bertindak, tetapi juga dalam berbicara dan berpakaian. Dengan bersopan santun, kita juga dapat belajar menghargai orang lain. Dengan begitu, tidak ada lagi perselisihan ataupun pertengkaran dengan sesama. 
Mulailah menerapkan sopan santun mulai dari diri kita sendiri, dengan begitu orang lain pun akan bersikap sopan santun dengan kita. Dan kita harus ingat, sopan santun bukan diucapkan, tetapi dilakukan!




 oleh: Puji Lestari


0 comments:

Poskan Komentar